<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pendidikan Seks Menurut Islam (Kajian Teoritis Ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

TESIS ini merupakan penelitian yang mengkaji masalah seks dari perpesktif Islam. Sebab penulis melihat kebanyakan buku seks, sedikit yang membicarakannya dari sudut pandang ini. Padahal Al-Qur'an dan as Sunnah merupakan dasar dan sumber utama. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Dalam kajian ini penulis memfokuskan bahasan pada konsep pendidikan seks menurut Islam; konsep manusia menurut Islam; pengakuan Islam terhadap eksistensi naluri sekspada diri manusia; ruang lingkup pendidikan seks dalam Islam; dan peran serta masyarakat dan negara dalam pendidikan seks; Terakhir penelitian ini ditutup dengan beberapa kesimpulan. Kajian dalam studi ini menggunakan pendekatan filosofis normatif dan lebih memfokuskan pada kajian perpustakaan. Dilakukan dengan cara mengkaji informasi- informasi Al-Qur'an dan as Sunnah, kemudian dijelaskan (didiskripsikan) dengan mentabanni (mengadopsi) pendapat-pendapat para intelektual Islam yang berkom- peten. Hal ini penulis lakukan karena banyak buku yang membahas tentang seks tidak berdasar dan bersumber Al-Qur'an dan al Hadis. Padahal Al-Qur'an dan al Hadis merupakan sumber ilmu pengetahuan. Memecahkan seluruh problematika kebutuhan manusia termasuk di dalamnya kebutuhan akan seks. Dari kajian yang penulis lakukan ditemukan satu fakta bahwa Islam mempu nyai konsep tentang manusia yang berbeda dengan konsep yang lain. Islam meman- dang manusia sebagai makhluk yang multi potensi. Setiap potensi bisa diarahkan kepada kebaikan atau kejahatan, tentu dengan tanggung jawab masing-masing. Islam mengarahkan potensi tersebut secara wajar, sesuai dengan fitrah dan akal sehat manusia. Islam mengakui naluri seks sebagai bagian yang melekat pada manusia, dan Islam berusaha mengarahkannya secara benar. Mendidiknya sejak seseorang belum baligh hingga memasuki kehidupan berumah tangga. Islam juga menjelaskan bebera- pa bentuk penyimpangan seksual agar manusia tidak melakukannya.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By