Kebermaknaan Hidup pada Narapidana Pembunuhan
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kebermaknaan hidup narapidana pembunuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebermaknaan hidup narapidana adalah Pola Asuh, Religiusitas, Interaksi Sosial dan Dukungan Sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang narapidana pelaku pembunuhan. Subjek pertama adalah narapidana pembunuhan yang telah bebas dan subjek kedua adalah narapidana pembunuhan yang masih menjalani hukuman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi. Proses yang dilalui kedua subjek membawa kedua subjek ke dalam penghayatan hidup bermakna. Kebermaknaan hidup subjek pertama diperoleh melalui pekerjaannya. Pada subjek kedua kebermaknaan hidupnya diperoleh melalui penghayatan akan nilai-nilai keagamaan. Pendalaman kedua subjek melalui nilai kreatif dan nilai penghayatan dari teori Logoterapi Viktor Frankl yang merupakan dasar dari penemuan kebermaknaan hidup kedua subjek. Subjek D merasa terutama hidup sebagai laki-laki adalah bertanggung jawab kepada anak dan istri dan adanya keinginan mempunyai hidup yang wajar, mempunyai pekerjaan saat keluar nanti. Subjek M merasa bahwa hal yang paling penting adalah dengan meyakini agama dan menjalankan ibadah dan yakin adanya ampunan dari Allah S.W.T. dan adanya beberapa faktor yang mendukung penghayatan hidup bermakna, seperti dukungan sosial dari lingkungan sekitar, keyakinan adanya Tuhan, dan interaksi sosial menjadi alasan mengapa kedua subjek tetap bersemangat menjalani hidup.