Analisis farmakokinetik-farmakodinamik (FK-FD) antidiabetik untuk penatalaksanaan hiperglikemia dengan disfungsi ginjal di Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) prevalensinya meningkat dan komplikasi disfungsi ginjal memengaruhi profil farmakokinetik-farmakodinamik (FK-FD) antidiabetik oral. Tujuan: Mengevaluasi pemodelan FK-FD metformin dan glikuidon, mengidentifikasi kovariat berpengaruh, serta menganalisis pengaruh disfungsi ginjal terhadap penurunan gula darah puasa pasien di RS UII tahun 2023–2025. Metode: Penelitian observasional retrospektif cross-sectional pada 56 rekam medis. Pemodelan populasi FK-FD nonlinear mixed-effect dengan software Monolix2024R1, dilanjutkan simulasi dosis dengan software Simulx2024R1. Hasil: Model menunjukkan kesesuaian baik dengan proporsi outlier kadar obat dan respons GDP di bawah 10% pada metformin dan glikuidon. Disfungsi ginjal berat paling berpengaruh terhadap volume distribusi dan laju eliminasi metformin (korelasi -0,37 dan -0,42; RSE<33%), sedangkan pada glikuidon status ginjal terestimasi presisi (RSE<10%) namun perlu hati-hati karena eliminasi hepatobilier. Penurunan GDP metformin pada fungsi ginjal sedang-berat (25,24±49,58 mg/dL) lebih besar dibanding normal-ringan (8,74±36,63 mg/dL), sementara glikuidon memberikan penurunan relatif setara (44,25±29,98 vs 48,17±93,72 mg/dL). Simulasi menghasilkan regimen optimal metformin 850 mg tiap 12 jam dan glikuidon 60 mg tiap 24 jam. Kesimpulan: Pemodelan FK-FD berhasil mengidentifikasi pengaruh disfungsi ginjal terhadap parameter farmakokinetik kedua obat, glikuidon menunjukkan profil lebih aman pada pasien gangguan ginjal.