<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Persepsi terhadap Konflik Antar-Orang Tua dan Harga Diri pada Fase Emerging Adulthood

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Fase emerging adulthood merupakan fase transisi krusial yang menuntut pembentukan identitas diri yang stabil dan kemandirian psikologis, di mana harga diri berperan penting dalam menjaga kesejahteraan individu. Namun, dinamika keluarga yang diwarnai oleh pertengkaran orang tua dapat menjadi faktor risiko yang menghambat perkembangan positif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara persepsi terhadap konflik antar-orang tua dan harga diri pada fase emerging adulthood di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional, melibatkan 214 partisipan berusia 18–25 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan adaptasi skala Perceptions of Interparental Conflict-Intensity/Frequency (PIC-I/F) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dengan teknik analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian secara global menunjukkan tidak ada hubungan negatif yang signifikan antara kedua variabel (r = -0.127; p = 0.064). Namun, analisis tambahan menemukan hubungan negatif yang signifikan hanya pada dimensi intensitas konflik (r = -0.135; p = 0.049) serta pada kelompok perempuan (r = -0.177; p = 0.035). Temuan ini mengindikasikan bahwa harga diri di fase emerging adulthood lebih rentan dipengaruhi oleh kualitas destruktif konflik dibandingkan kuantitasnya, khususnya bagi perempuan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program konseling keluarga atau intervensi psikologis guna meminimalkan dampak negatif konflik orang tua terhadap harga diri anak.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By