<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Adversity Quotient Pada Remaja yang Mengalami Transisi Sekolah

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan adversity quotient pada remaja yang mengalami transisi sekolah. Asumsi awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara dukungan sosial dan adversity quotient pada remaja yang mengalami transisi sekolah. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima remaja, maka semakin tinggi pula adversity quotient. Subjek dalam penelitian ini adalah murid perempuan yang duduk di kelas tujuh di sebuah sekolah di daerah Sleman dan berusia 11 sampai 14 tahun. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial yang disusun sendiri oleh peneliti yang mengacu pada teori dukungan sosial House (Smet, 1994) dan skala adversity quotient yang disusun sendiri oleh peneliti yang mengacu pada teori Stoltz (2005). Dukungan sosial House memiliki empat aspek yaitu dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan informatif. Adversity quotient Stoltz (2005) memiliki empat aspek yaitu control, origin ownership, reach dan endurance. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah program komputer SPSS versi 12.00 untuk menguji apakah terdapat hubungan antara dukungan sosial dan adversity quotient. Korelasi Product Moment dari Pearson menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0.520 dengan p = 0.000 (p<0.01) yang menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dan adversity quotient. Jadi hipotesis yang diajukan diterima.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By