Studi Penggunaan Obat untuk Penanganan Anemia pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang : Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dan sering disertai komplikasi anemia, terutama pada pasien yang sudah menjalani hemodialisis rutin. Anemia pada PGK terutama disebabkan oleh penurunan produksi eritropoietin, gangguan metabolisme besi, serta proses inflamasi kronis. Evaluasi penggunaan obat diperlukan untuk menggambarkan pola terapi yang diberikan pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil karakteristik pasien, prevalensi kejadian anemia, serta gambaran penggunaan obat untuk penanganan anemia pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Sleman Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional) menggunakan data retrospektif dari rekam medis pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Sleman Yogyakarta periode 2024–2025. Sampel penelitian diperoleh menggunakan total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 189 pasien. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil : Sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki (53,96%), berusia ≤60 tahun (67,72%), memiliki tingkat pendidikan menengah (47,62%), dan bekerja pada sektor nonformal (70,90%). Komorbid terbanyak adalah hipertensi (94,70%), diikuti diabetes melitus (41,26%) dan gagal jantung (15,87%). Sebagian besar pasien mengalami anemia dengan kadar hemoglobin 8–<10 g/dL (51,85%), kadar ferritin serum normal (78,31%), dan kadar Total Iron Binding Capacity (TIBC) rendah (82,54%). Pola penggunaan obat anemia yang paling banyak diberikan adalah kombinasi epoetin alfa dan asam folat (59,69%), diikuti kombinasi epoetin alfa, zat besi, dan asam folat (16,83%). Kesimpulan : Anemia merupakan komplikasi yang banyak ditemukan pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Sleman Yogyakarta. Penggunaan obat didominasi oleh terapi ESA, terutama kombinasi epoetin alfa dan asam folat, dengan pemberian preparat besi sesuai kondisi klinis pasien.