Perancangan Pusat Perawatan Hospis di Sleman dengan Pendekatan Arsitektur Terapeutik
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, kebutuhan pelayanan paliatif belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas hospice yang memadai. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan pasien pada fase akhir kehidupan belum terpenuhi secara optimal serta meningkatkan beban keluarga sebagai caregiver. Oleh karena itu, diperlukan fasilitas hospice yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarga. Perancangan ini bertujuan menghasilkan rancangan Hospice Center di Kabupaten Sleman dengan pendekatan Arsitektur Terapeutik yang mampu mewadahi pelayanan paliatif secara komprehensif melalui lingkungan binaan yang mendukung kenyamanan, ketenangan, privasi, serta kesejahteraan pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan. Pendekatan terapeutik diterapkan dengan mengintegrasikan elemen alam, pencahayaan alami, kualitas akustik, material, tata ruang, serta pengalaman multisensori sebagai bagian dari proses perawatan. Permasalahan utama dalam perancangan meliputi bagaimana merancang tata massa yang mampu mengoptimalkan pencahayaan alami tanpa meningkatkan beban panas, mengorientasikan ruang agar memperoleh kualitas pandangan ke alam, menyediakan ruang luar terapeutik yang mudah diakses, mengendalikan kebisingan melalui zonasi dan material, menciptakan tata ruang dengan sirkulasi yang jelas dan mudah dipahami, serta menghadirkan fasilitas seni dan aktivitas sebagai media pendukung kesejahteraan psikologis pasien. Hasil perancangan menghasilkan sebuah Hospice Center yang terintegrasi dengan sistem rujukan pelayanan paliatif di RSUP Dr. Sardjito dan dikembangkan berdasarkan konsep Arsitektur Terapeutik melalui pembentukan massa bangunan yang responsif terhadap iklim, orientasi ruang rawat menuju lanskap dan pencahayaan alami, penyediaan taman terapeutik, courtyard, ruang refleksi, ruang serbaguna, dan area komunal sebagai media terapi nonmedis. Rancangan juga menerapkan strategi desain pasif berupa pengendalian radiasi matahari, ventilasi alami, vegetasi peneduh, pengelolaan kebisingan, serta organisasi ruang yang ditujukan untuk menciptakan suasana yang nyaman, aman, dan bermartabat bagi pasien pada fase akhir kehidupan. Dengan demikian, Hospice Center tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai lingkungan terapeutik yang mendukung peningkatan kualitas hidup pasien, keluarga, dan tenaga medis secara holistik.