MUARE-HAB: Perancangan Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial dengan Pendekatan Liminalitas di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kabupaten Sambas menghadapi peningkatan kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan fenomena perilaku antisosial lokal "Anak Hantu", yang diperparah oleh infrastruktur Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) eksisting bermodel institusional kaku layaknya penjara sehingga memicu trauma anak. Perancangan ini bertujuan menghadirkan fasilitas LPKS di Kabupaten Sambas sebagai pusat rehabilitasi yang transformatif, edukatif, dan interaktif guna memulihkan fungsi sosial ABH. Menggunakan metode Pattern-Based Design, proyek ini menerapkan arsitektur perilaku dengan menempatkan Liminality sebagai pendekatan utama untuk memanipulasi sekuens ruang transisi (separasi, transisi, inkorporasi) secara spasial. Pendekatan utama ini didukung secara taktis oleh konsep The Third Teacher melalui rekayasa fasad sensorik (porous skin) serta konsep Social Condenser melalui tumpang tindih program vokasional-komunal. Hasilnya adalah sebuah rancangan lingkungan rehabilitasi humanis yang memitigasi konflik internal, menghilangkan batas fisik intimidatif melalui sistem invisible security berbasis alam, serta mengoptimalkan kesiapan adaptasi psikososial anak untuk kembali ke masyarakat.