Evaluasi Kinerja Seismik Gedung Bertingkat Tinggi Menggunakan Analisis Pushover Berdasarkan FEMA 356 dan FEMA 440
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Secara umum, gedung bertingkat tinggi memiliki risiko terhadap beban gempa yang dapat menimbulkan respons lateral dan torsi yang signifikan, terutama pada struktur dengan konfigurasi dinding geser yang tidak simetris. Ketidaksimetrisan tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan distribusi kekakuan dan memengaruhi respons seismik struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seismik Gedung Tower B Hunian Terjangkau Nuansa Cilangkap di Jakarta Timur yang merupakan bangunan apartemen 25 lantai dengan tinggi 78,6 m dan menggunakan sistem struktur ganda dengan konfigurasi dinding geser tidak simetris. Evaluasi dilakukan dengan meninjau kurva kapasitas, target perpindahan, pola pembentukan sendi plastis, mekanisme keruntuhan, serta tingkat kinerja struktur pada arah X dan Y. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui studi numerik berdasarkan data teknis dan konfigurasi struktur Gedung Tower B Hunian Terjangkau Nuansa Cilangkap. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS 22.7. Pembebanan dan pemodelan struktur mengacu pada SNI 1727:2020, SNI 1726:2019, dan SNI 2847:2019, sedangkan evaluasi kinerja seismik dilakukan menggunakan analisis statik nonlinier (pushover analysis). Pendefinisian sendi plastis dan kriteria tingkat kinerja berdasarkan prosedur FEMA 356, sedangkan penentuan target perpindahan dilakukan berdasarkan penyesuaian prosedur FEMA 440. Analisis dilakukan pada arah X dan Y untuk memperoleh kurva kapasitas, target perpindahan, pola pembentukan sendi plastis, mekanisme keruntuhan, serta tingkat kinerja struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas gaya geser dasar maksimum struktur sebesar 9461,303 kN pada arah X dan 15933,776 kN pada arah Y. Target perpindahan yang diperoleh sebesar 0,426 m pada arah X dan 0,261 m pada arah Y. Berdasarkan target perpindahan tersebut, rasio simpangan struktur sebesar 0,54% pada arah X berada pada tingkat kinerja Life Safety (LS), sedangkan rasio simpangan sebesar 0,33% pada arah Y memenuhi tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO). Mekanisme pembentukan sendi plastis menunjukkan perilaku yang dominan daktail dan terutama terjadi pada elemen balok, namun ditemukan konsentrasi kerusakan pada beberapa kolom lantai 1 yang mencapai atau melampaui batas Collapse Prevention (CP). Secara keseluruhan, tingkat kinerja seismik struktur dikategorikan Life Safety (LS) yang dikendalikan oleh respons struktur pada arah X, sedangkan arah Y memenuhi tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO), sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam FEMA 356.