<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Optimasi Rantai Pasok Multi-Eselon dan Multi-Produk dengan Mengintegrasikan Pendekatan Condition Value at Risk

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sistem rantai pasok pada industri perangkat infrastruktur telekomunikasi menghadapi tantangan kompleksitas struktur multi-eselon dan multi-produk serta tingginya ketidakpastian permintaan pasar. Pendekatan optimasi konvensional berbasis deterministik atau risk neutral sering kali gagal menangani fluktuasi ekstrem, sehingga berisiko menimbulkan kerugian finansial yang signifikan pada tail risk. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem rantai pasok multi-eselon dan multi-produk dengan mengintegrasikan pendekatan Conditional Value at Risk (CVaR) guna merumuskan strategi alokasi distribusi yang menyeimbangkan antara efisiensi biaya operasional (expected cost) dan ketahanan finansial (robustness). Penelitian dilakukan dengan studi kasus pada PT. X yang mendistribusikan dua varian produk transceiver (TRX 10G SFP+ dan TRX-100G QSFP28) melalui jaringan yang melibatkan 2 vendor dan 5 retailer. Ketidakpastian permintaan dimodelkan secara stokastik melalui 30 skenario pasar. Model optimasi diselesaikan menggunakan algoritma heuristik Evolutionary Solver pada tingkat kepercayaan (α) 68%, 95%, dan 99% serta parameter preferensi risiko (λ) 0,5, 0,7, dan 0,8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan λ dan α mendorong kenaikan objective value secara linier. Kombinasi α = 95% dan λ = 0,5 teridentifikasi sebagai titik keseimbangan (sweet spot) yang paling optimal dalam mengamankan risiko operasional. Dari hasil optimasi diperoleh dua alokasi vendor optimal. Alokasi vendor 1 memberikan keunggulan efisiensi biaya dasar (expected cost) yang lebih hemat sebesar Rp76.554.000 (2,32%) dibandingkan alokasi vendor alternatif 2, namun memiliki ketahanan operasional yang lebih rendah karena memaksimalkan kapasitas Vendor 1. Sebaliknya, Alokasi vendor alternatif 2 menawarkan ketahanan operasional (robustness) yang lebih tinggi dengan membagi kuota pasokan secara seimbang untuk membentuk capacity slack penyangga di kedua vendor guna mengantisipasi gangguan pasokan ekstrem.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By