Peran Unicef dalam menangani Tentara Anak Pada Konflik Suriah Tahun 2011-2018
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Konflik di Suriah yang dimulai pada tahun 2011, yang diawali dari ketegangan politik, ketidakpuasan sosial, dan ekonomi yang memuncak dalam bentuk protes terhadap pemerintah. Protes ini kemudian berkembang menjadi konflik bersenjata yang melibatkan berbagai kelompok bersenjata, termasuk kelompok teroris, yang menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah. Dalam situasi ini, anak-anak sering kali direkrut dan dipaksa menjadi tentara, mengalami kekerasan, dan kehilangan masa kecil mereka. UNICEF sebagai organisasi Internasional yang menjunjung tinggi penegakan hak asasi manusia, membantu anak – anak korban dari konflik perekrutan tersebut dengan mengadakan program dan meninjau langsung penerapan kebijakan Internasional. Penelitian ini menggunakan teori “International Organization and Implementation” atau teori organisasi internasional oleh Jutta Joachim, Bob Reinaldi dan Bertjan Verbeek yakni Managerial Approach (Pendekatan Manajerial) guna meneliti bagaimana peran UNICEF dalam penegakan HAM di Suriah terlebih tentang perekrutan anak sebagai tentara.