<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Hambatan Samping terhadap Kinerja Ruas Jalan Ngasem, Yogyakarta

dc.Identifier.NIM18511245
dc.contributor.authorAl-Farizi, Iskhaq
dc.date.accessioned2025-10-27T05:02:53Z
dc.date.available2025-10-27T05:02:53Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractRuas Jalan Ngasem merupakan jalan yang terletak di kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jalan Ngasem memiliki tipe jalan lokal sekunder yang mempunyai peran penting sebagai salah satu jalur strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat yaitu sebagai akses jalan untuk menuju Pasar Ngasem. Jalan Ngasem sendiri terdapat banyak toko serta ruko yang sudah mepet dengan trotoar sehingga toko atau ruko tidak memiliki lahan parkir, oleh karena itu banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan tersebut. Tidak hanya itu, keberadaan hambatan samping seperti kendaraan berhenti, kendaraan keluar masuk gang, kendaraan melambat, dan pejalan kaki sering kali mengganggu kelancaran arus lalu lintas sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan di ruas Jalan Ngasem. Data primer yang diperoleh melalui survei ini mencakup informasi mengenai geometri Jalan Ngasem, volume kendaraan, kecepatan kendaraan, serta hambatan samping. Analisis terhadap kinerja Jalan Ngasem baik dalam kondisi eksisting maupun saat terdapat hambatan samping dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap dampak hambatan samping terhadap kapasitas jalan tersebut. Berdasarkan hasil analisis, hambatan samping tertinggi di ruas Jalan Ngasem terjadi pada pagi hari pukul 06.00–07.00 WIB dengan frekuensi 1285,2 kejadian/jam/200 m, disusul jam sibuk siang pukul 11.00–12.00 WIB sebanyak 648,7 kejadian, dan sore pukul 16.30–17.30 WIB sebanyak 611 kejadian/jam/200 m. Mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (2023), pada jam puncak hari Minggu pukul 06.00–07.00, kapasitas jalan tercatat sebesar 1570,46 smp/jam dengan kecepatan arus bebas 27,96 km/jam, sedangkan kecepatan tempuh sebesar 16 km/jam, dan derajat kejenuhan mencapai 0,93. Untuk mengatasi tingginya hambatan samping, disarankan penertiban parkir liar, khususnya kendaraan roda dua di trotoar, serta mobil warga yang parkir di sepanjang ruas jalan, disertai penambahan rambu lalu lintas pada simpang tanpa sinyal guna mengurangi konflik lalu lintas dan meningkatkan keselamatan berkendara.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/58438
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHambatan Sampingen_US
dc.subjectRuas Jalan Ngasemen_US
dc.subjectPKJI 2023en_US
dc.titlePengaruh Hambatan Samping terhadap Kinerja Ruas Jalan Ngasem, Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
18511245.pdf
Size:
4.71 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: