Analisis Faktor-faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Pada Pekerjaan Penggantian Jembatan Trasan II, Juwiring Kab. Klaten Menggunakan Metode Fault Tree Analysis
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Tindakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3 Konstruksi) dilakukan untuk dapat mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja yang mungkin terjadi pada proyek konstruksi. K3 Konstruksi merupakan upaya untuk mencegah, menjamin dan melindungi pekerja dan orang di sekitar dari kecelakaan kerja yang mungkin terjadi di area proyek konstruksi. Dengan beragam risiko dalam pelaksanaan sebuah proyek yang dapat menghambat kemajuan dan aktivitas proyek serta merugikan berbagai pihak, para pelaku di dunia konstruksi saat ini harus menyadari betapa pentingnya memprioritaskan penanganan risiko yang mungkin terjadi dan berdampak negatif, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akar permasalahan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerjaan scaffolding di Proyek Penggantian Jembatan Trasan II, Juwiring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fault tree analysis. Metode ini digunakan sebagai alat investigasi setelah terjadi kecelakaan, konsep ini dilakukan dengan mencari keterkaitan secara berantai yang menyebabkan kecelakaan bisa terjadi. Dalam metode ini, dilakukan pendekatan yang diawali dengan kegagalan (kecelakaan kerja) sebagai kejadian puncak (top event) kemudian merinci apa saja penyebab yang mungkin menjadi faktor dari kegagalan tersebut (basic event/root cause). Hasil dari penelitian ini, menunjukkan akar permasalahan utama yaitu kecelakaan berupa jatuhnya scaffolding, sehingga menyebabkan terjatuh dan terceburnya tenaga kerja yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dalam penyusunan serta kurangnya keterampilan karena pekerja tidak memiliki keahlian yang sesuai, kurangnya sosialisasi dan penyuluhan dikarenakan tidak adanya jadwal atau waktu khusus untuk diadakannya pelatihan, kondisi alat yang sudah tua, bengkok, dan terdapat karat dikarenakan kurangnya perawatan, dan alat tidak diperbaharui kembali.