Analisis Tingkat Risiko Keselamatan Kerja Dengan Menggunakan Metode Hiradc pada Pekerjaan Galian Timbunan (Studi Kasus: Proyek Tol Sol - Yogyakarta Nyia Kulon Progo Paket 1.1 STA 21+365-22+300)
| dc.Identifier.NIM | 19511270 | |
| dc.contributor.author | Karima, Putri Rizka | |
| dc.date.accessioned | 2023-11-17T07:36:26Z | |
| dc.date.available | 2023-11-17T07:36:26Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | Pada proses pembangunan jalan akan dilakukan pekerjaan tanah yang meliputi penggalian, timbunan serta pemadatan di lokasi yang direncanakan, yang digunakan sebagai badan jalan. Dalam pekerjaan galian timbunan dilakukan dengan skala besar begitu pun akan tingginya kecelakaan kerja. Salah satu sumber bahaya berasal dari faktor lingkungan yaitu lokasi tempat kerja yang memiliki potensi bahaya tinggi. Penelitian ini dilakukan proyek pembangunan Tol Solo – Yogyakarta NYIA Kulon Progo Paket 1.1 (Sta 21+365 – 22+300) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat potensi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) Metode HIRADC meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko serta pengendalian bahaya. Identifikasi bahaya dilakukan secara observasi lapangan dan wawancara kepada pihak saffety officer. Setelah itu, melakukan penilaian risiko dengan mengacu Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Penentuan pengendalian risiko berdasarkan hierarki pengendalian yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, dan alat pelindung diri (APD). Hasil yang diperoleh identifikasi bahaya yang didapatkan sebanyak 21 jenis bahaya dengan 3 pekerjaan. Sebelum dilakukan pengendalian kategori risiko besar ditemukan sebanyak 6 bahaya (28,57%), kategori sedang 14 bahaya (66,7%), dan kategori kecil 1 bahaya (4,76%). Upaya pengendalian risiko yang dilakukan yaitu rekayasa teknik, admininistratif, dan alat pelindung diri (APD). Hasil yang didapat setelah adanya upaya pengendalian risiko, sudah tidak ada lagi kategori risiko besar. Terdapat sisa risiko sedang 6 bahaya (28,57%), risiko kecil terjadi peningkatan menjadi 15 bahaya (71,43%). | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/45853 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Keselamatan Kerja | en_US |
| dc.subject | HIRADC | en_US |
| dc.subject | Galian dan Timbunan | en_US |
| dc.title | Analisis Tingkat Risiko Keselamatan Kerja Dengan Menggunakan Metode Hiradc pada Pekerjaan Galian Timbunan (Studi Kasus: Proyek Tol Sol - Yogyakarta Nyia Kulon Progo Paket 1.1 STA 21+365-22+300) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |