Penerapan Metode Hiradc Pada Pekerjaan Finishing Pengecatan Dinding Luar Pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Queen Latifa Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang dapat terjadi dalam keadaan tidak terduga, tidak terencana yang berakibat pada gangguan kesehatan hingga kematian. Kecelakaan kerja pada sektor konstruksi terutama pada pada pekerjaan ketinggian memiliki angka kecelakaan yang tinggi, pada tahun 2021 ada 234,270 kasus menurut BPJS ketenagakerjaan. Kondisi ini mendorong diperlukannya analisis dalam mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan pengendalian risiko guna menciptakan sistem manajemen keselamatan konstruksi yang aman dan efektif. Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan tenaga ahli, dikombinasikan dengan studi literatur. Data yang didapat akan dianalisis menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control) dengan penilaian risiko yang berdasarkan Permen PUPR No.10 Tahun 2021. Pemilihan pengendalian risiko dilakukan sesuai hierarki pengendalian yang meliputi eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa finishing pengecatan pada dinding luar yang terbagi menjadi 4 pekerjaan memiliki total potensi bahaya sebabnyak 175 bahaya. Sebelum dilakukan upaya pengendalian risiko, didapatkan penilaian risiko tingkat berat sebanyak 22,857%, tingkat risiko sedang sebanyak 61,714%, dan tingkat risiko kecl sebanyak 15,429%. Setelah dilakukan upaya pengendalian risiko yaitu rekayasa teknis, administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Hasil yang didapat adalah tingkat risiko kecil sebanyak 89,714%, tingkat risiko sedang 10,286%, dan tingkat risiko berat 0%.