<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Penggunaan Limbah Gypsum dan Karbit Sebagai Pengganti Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik, dan Modulus Elastisitas Beton

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Beton merupakan bahan utama dalam konstruksi yang terdiri dari agregat, air dan semen. Dalam era globalisasi saat ini, peningkatan mutu beton dan nilai ekonomisnya perlu diperhatikan. Dikarenakan banyaknya permintaan penggunaan beton yang terus meningkat, hal ini mengakibatkan perkembangan teknologi beton dalam uji coba penambahan campuran terus dilakukan untuk mendapatkan kekuatan mutu beton yang diinginkan dan juga memiliki nilai ekonomis. Ada banyak cara untuk mendapatkan kekuatan mutu beton yang diinginkan, salah satunya adalah dengan menambahkan bahan tambah atau mengganti bahan komponen utama seperti semen dengan limbah. Pada penelitian ini digunakan bahan yang berasal limbah industri yaitu limbah gypsum dan limbah karbit yang digunakan sebagai pengganti sebagian semen pada campuran beton. Pada penelitian ini limbah tersebut digunakan sebagai bahan substitusi semen dengan limbah gypsum sebesar 4% dan karbit sebesar 12%, 14%, dan 16% dari total berat semen. Adapun pengujian yang dilakukan yaitu antara lain kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton yang akan diuji pada umur 28 hari dengan perawatan berupa perendaman pada beton dengan jumlah benda

uji sebanyak 40 silinder. Sumber yang digunakan dalam perancangan campuran berdasarkan SNI- 03-2834-2000. Kuat tekan yang direncanakan yaitu 25 MPa.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggantian sebagian semen dengan limbah gypsum dan karbit ternyata dapat menurunkan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton akan tetapi mempunyai nilai ekonomis yang lebih menguntungkan. Hasil pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton substitusi semen dengan limbah gypsum variasi 4% dan karbit variasi 12%, 14%, dan 16% di umur 28 hari mengalami penurunan masing-masing yaitu sebesar 1,555%, 6,121%, dan 16,572% untuk kuat tekan, 6,820%, 6,260%, dan 12,983% untuk kuat tarik belah, 0,978%, 3,164%, dan 8,665% untuk modulus elastisitas dari kuat tekan yang direncanakan, akan tetapi dari segi harga lebih ekonomis sebesar 8,92%, 10,03%, dan 11,15% dari harga beton normal. Pada beton variasi limbah gypsum 4% dan 12% di semua pengujian memperoleh hasil yang paling optimal dan juga dapat dijadikan sebagai salah satu variasi yang dapat digunakan dalam perancangan campuran beton dikarenakan semua syarat memenuhi dari segi kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, dan harga serta biaya produksi dibandingkan dengan variasi limbah gypsum dan karbit yang lain.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By