Analisis Perbandingan Kapasitas Struktur Beton Prategang Penampang PCI Girder dengan PCU Girder (Studi Kasus Proyek Pembangunan KA Elevated Solo Balapan – Kadipiro Fase 1 Sta.105+950 S/d Sta.106+070)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Jembatan adalah suatu struktur yang menghubungkan dua titik atau lebih yang bertujuan untuk
melalui suatu rintangan seperti sungai, lembah, atau jalan raya. Jalur kereta api elevated antara Solo
Balapan – Kadipiro Sta.105 + 950 s/d Sta 106+070 merupakan rel layang yang menggunakan beton
prategang tipe penampang PCI girder sebagai struktur atas dengan bentang 40 meter. Hal tersebut
menarik perhatian penulis untuk melakukan suatu kajian perbandingan menggunakan PCU girder,
karena belum banyak penelitian terdahulu yang membahas terkait perbandingan dari kedua penampang
tersebut pada studi kasus jembatan kereta api. Perbandingan tersebut ditinjau berdasarkan kapasitas
struktur dan serviceability dari aspek lendutan jangka pendek dan lendutan jangka panjang. Penelitian
ini menggunakan 2 variasi penampang, yaitu PCI girder dengan tinggi H-2,1 m dan PCU girder dengan
tinggi H-1,85 m, dan panjang bentang 40 m. Dari hasil analisis kapasitas struktur yang sudah dilakukan
Momen ultimate dari penampang PCI girder sebesar 30794,85 kNm, dan momen nominal reduksi yang
tersedia sebesar 34031,34 kNm. Sedangkan Momen ultimate dari penampang PCU girder sebesar
53664,02 kNm, dan momen nominal reduksi yang tersedia sebesar 66435,24 kNm. Hasil perhitungan
momen kapasitas yang telah dilakukan sudah memenuhi persyaratan, bahwa perbandingan nilai momen
nominal reduksi lebih besar dari momen ultimate (ØMn > Mu).Hasil perhitungan lendutan jangka
pendek (short term deflection) dari penampang PCI girder didapatkan 0,0150 m, sedangkan dari
penampang PCU girder didapatkan 0,01405 m. Dari hasil analisis lendutan jangka pendek di atas
dikatakan aman karena lendutan yang terjadi tidak melebihi lendutan ijin. Hasil lendutan jangka panjang
(long term deflection) yang dilakukan dalam jangka waktu 5 Tahun, 10 Tahun, 20 Tahun, 50 Tahun, dan
70 Tahun untuk penampang PCI girder berturut-turut sebesar 0,0321 m, 0,0331 m, 0,0338 m, 0,0344 m,
dan 0,0346 m, sedangkan untuk penampang PCU girder berturut-turut sebesar 0,03109 m, 0,03206 m,
0,03272 m, 0,03328 m, 0,03342 m. Dari hasil analisis lendutan jangka panjang telah memenuhi
spesifikasi, bahwa lendutan yang terjadi tidak melebihi lendutan ijin.