<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Perbandingan Kapasitas Struktur Beton Prategang Penampang PCI Girder dengan PCU Girder (Studi Kasus Proyek Pembangunan KA Elevated Solo Balapan – Kadipiro Fase 1 Sta.105+950 S/d Sta.106+070)

dc.Identifier.NIM19511132
dc.contributor.authorNofiyanto, Irkham
dc.date.accessioned2024-06-20T01:59:17Z
dc.date.available2024-06-20T01:59:17Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractJembatan adalah suatu struktur yang menghubungkan dua titik atau lebih yang bertujuan untuk melalui suatu rintangan seperti sungai, lembah, atau jalan raya. Jalur kereta api elevated antara Solo Balapan – Kadipiro Sta.105 + 950 s/d Sta 106+070 merupakan rel layang yang menggunakan beton prategang tipe penampang PCI girder sebagai struktur atas dengan bentang 40 meter. Hal tersebut menarik perhatian penulis untuk melakukan suatu kajian perbandingan menggunakan PCU girder, karena belum banyak penelitian terdahulu yang membahas terkait perbandingan dari kedua penampang tersebut pada studi kasus jembatan kereta api. Perbandingan tersebut ditinjau berdasarkan kapasitas struktur dan serviceability dari aspek lendutan jangka pendek dan lendutan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan 2 variasi penampang, yaitu PCI girder dengan tinggi H-2,1 m dan PCU girder dengan tinggi H-1,85 m, dan panjang bentang 40 m. Dari hasil analisis kapasitas struktur yang sudah dilakukan Momen ultimate dari penampang PCI girder sebesar 30794,85 kNm, dan momen nominal reduksi yang tersedia sebesar 34031,34 kNm. Sedangkan Momen ultimate dari penampang PCU girder sebesar 53664,02 kNm, dan momen nominal reduksi yang tersedia sebesar 66435,24 kNm. Hasil perhitungan momen kapasitas yang telah dilakukan sudah memenuhi persyaratan, bahwa perbandingan nilai momen nominal reduksi lebih besar dari momen ultimate (ØMn > Mu).Hasil perhitungan lendutan jangka pendek (short term deflection) dari penampang PCI girder didapatkan 0,0150 m, sedangkan dari penampang PCU girder didapatkan 0,01405 m. Dari hasil analisis lendutan jangka pendek di atas dikatakan aman karena lendutan yang terjadi tidak melebihi lendutan ijin. Hasil lendutan jangka panjang (long term deflection) yang dilakukan dalam jangka waktu 5 Tahun, 10 Tahun, 20 Tahun, 50 Tahun, dan 70 Tahun untuk penampang PCI girder berturut-turut sebesar 0,0321 m, 0,0331 m, 0,0338 m, 0,0344 m, dan 0,0346 m, sedangkan untuk penampang PCU girder berturut-turut sebesar 0,03109 m, 0,03206 m, 0,03272 m, 0,03328 m, 0,03342 m. Dari hasil analisis lendutan jangka panjang telah memenuhi spesifikasi, bahwa lendutan yang terjadi tidak melebihi lendutan ijin.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/50078
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectLendutanen_US
dc.subjectTendonen_US
dc.subjectGirderen_US
dc.titleAnalisis Perbandingan Kapasitas Struktur Beton Prategang Penampang PCI Girder dengan PCU Girder (Studi Kasus Proyek Pembangunan KA Elevated Solo Balapan – Kadipiro Fase 1 Sta.105+950 S/d Sta.106+070)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
19511132.pdf
Size:
5.75 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: