Perbandingan Kajian Saluran Drainase pada Jalan Lingkar Selatan Sta 3+350 S/d Sta 4+850, Cilegon dengan SNI 03-3424-1994 dan Persamaan Kirpich
| dc.Identifier.NIM | 18511194 | |
| dc.contributor.author | Alfikar, Muhammad Rizki | |
| dc.date.accessioned | 2025-11-13T04:20:45Z | |
| dc.date.available | 2025-11-13T04:20:45Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Jalan Lingkar Selatan Cilegon memiliki peran penting sebagai jalur logistik, akses kawasan industri, pariwisata Anyer, serta jalur evakuasi bencana. Namun, pada beberapa titik ruas jalan, khususnya di STA 3+350 sampai STA 4+850, sering terjadi genangan air hingga setinggi betis saat hujan deras. Kondisi ini menyebabkan terganggunya arus lalu lintas serta kerusakan perkerasan jalan. Genangan tersebut dipicu oleh perubahan tata guna lahan di sekitar jalan yang mengurangi daerah resapan serta menurunkan kinerja sistem drainase eksisting. Oleh karena itu, dilakukan kajian terhadap kapasitas saluran drainase pada lokasi tersebut untuk menilai apakah masih mampu menampung debit limpasan air hujan. Apabila kapasitas saluran lebih kecil dibandingkan debit rencana, maka diperlukan perencanaan ulang sistem drainase yang sesuai. Penelitian ini juga menerapkan analisis waktu konsentrasi menggunakan metode SNI 03-3424-1994 serta metode Kirpich sebagai perbandingan. Evaluasi kapasitas drainase dilakukan dengan membandingkan antara debit kapasitas saluran yang ada dengan debit banjir rencana. Perhitungan waktu konsentrasi (tc) menggunakan rumus yang tercantum dalam SNI 03-3424-1994 serta metode Kirpich. Kapasitas saluran eksisting dianalisis secara hidraulis dengan menghitung kecepatan aliran menggunakan persamaan Manning. Sementara debit banjir rencana diperoleh dengan metode rasional, dan intensitas hujan dihitung pada kala ulang 2, 5, 10, 25, dan 50 tahun menggunakan persamaan Mononobe. Suatu saluran drainase dianggap aman apabila kapasitas debitnya lebih besar atau sama dengan debit banjir rencana. Jika debit banjir rencana melebihi kapasitas saluran, maka saluran tersebut dikategorikan tidak aman atau berpotensi melimpas. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara perhitungan dari SNI 03-3424- 1994 dengan Kirpich. Q rancangan pada kala ulang 50 tahun yang diperoleh dengan metode Kirpich lebih kecil dengan angka tertinggi yang dimilikinya sebesar 1,1157 m3/det berbanding dengan SNI 03-3424-1994 sebesar 4,1467 m3/det. Pada metode Kirpich secara keseluruhan saluran berada pada kondisi aman, sedangkan pada perhitungan SNI 03-3424-1994 dari 8 saluran yang dianalisis tidak satu pun saluran dalam kondisi yang aman. Hal itu disebabkan Q eksisting dengan rentang 0,7389 m3/det s/d 1,7074 m3/det tidak mampu menampung Q rancangan pada perhitungan SNI 03-3424-1994 dengan rentang 0,4526 m3/det s/d 4,1467 m3 /det. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/58744 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Drainase Jalan | en_US |
| dc.subject | Debit Rencana | en_US |
| dc.subject | SNI 03-3424-1994 | en_US |
| dc.subject | Rumus Kirpich | en_US |
| dc.title | Perbandingan Kajian Saluran Drainase pada Jalan Lingkar Selatan Sta 3+350 S/d Sta 4+850, Cilegon dengan SNI 03-3424-1994 dan Persamaan Kirpich | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |