<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Penggunaan Abu Batu Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Halus Terhadap Karakteristik Bata Ringan

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Perkembangan teknologi material sangat mendukung dalam perkembangan teknologi pada bidang konstruksi, salah satunya adalah perkembangan bata ringan. Ukurannya yang jauh lebih besar dan beratnya yang lebih ringan dibanding bata merah merupakan alasan kenapa bata ringan dianggap lebih efisien digunakan untuk proyek konstruksi saat ini. Berat dari material pasangan dinding akan mempengaruhi berat dari bangunan yang akan berimplikasi kepada besarnya beban gempa. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari penggantian sebagian agregat halus dengan abu batu baik secara bobot isi dan penyerapan air, kuat tekan dan susut pengeringan berdasarkan SNI 8640-2018. Penelitian ini dilakukan dengan cara menggantikan sebagian agregat halus dengan abu batu yang memiliki variasi 0% ,25%, 50%, 75% dan 100% masing-masing variasi terdapat 9 bata ringan utuh dengan ukuran 60 x 20 x 10 cm. Selanjutnya 2 bata ringan utuh untuk pengujian bobot isi dan penyerapan air, 5 bata ringan utuh untuk pengujian kuat tekan dan 2 bata ringan utuh untuk pengujian susut pengeringan. Dari hasil pengujian didapatkan nilai bobot isi kering oven tertinggi sebesar 825,50 kg/m3pada variasi 0% dan bobot isi kering oven terendah sebesar 535 kg/m3pada variasi 25%. Untuk pengujian penyerapan air tertinggi sebesar 39,20% pada variasi 100% dan penyerapan air terendah sebesar 10,40% pada variasi 0%. Untuk pengujian kuat tekan didapatkan kuat tekan rata- rata maksimum sebesar 2,15 MPa pada variasi 0% dan untuk kuat tekan rata rata terendah sebesar 1,59 MPa pada variasi 100%. Untuk pengujian susut pengeringan untuk setiap variasi didapatkan hasil 0% yang dapat diartikan tidak terjadi penyusutan dari benda uji. Berdasarkan SNI 8640-2018 bata ringan dengan variasi 25% dan 50% masuk kedalam ketagori bata nonstuktural kelas IIA dan IIB

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By