Evaluasi Kinerja Operasional dan Faktor Pengaruh Penggunaan BRT Trans Cirebon Koridor II
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Pertumbuhan mobilitas masyarakat di Kota Cirebon mendorong perlunya sistem transportasi publik
yang handal, seperti BRT Trans Cirebon Koridor II. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
kinerja operasional serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan layanan
tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, melalui observasi on-board dan
penyebaran kuesioner terhadap 381 responden, serta penggunaan data sekunder dari instansi terkait.
Evaluasi kinerja mengacu pada SK Dirjen Perhubungan Darat No. SK.687/AJ.206/DRJD/2002 dan
PM No. 10 Tahun 2012, dengan indikator seperti load factor, headway, jarak ke halte, waktu
perjalanan, kecepatan, dan ketersediaan. Pengaruh faktor dianalisis menggunakan regresi logistik
ordinal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata load factor sebesar 21% pada hari kerja dan 30% di
akhir pekan masih jauh di bawah standar minimum 70%. Headway rata-rata 15 menit memenuhi
standar maksimal, namun hanya 7,9% responden yang memiliki akses halte ≤500 meter dari tempat
tinggal. Kecepatan rata-rata 18,31–18,86 km/jam juga belum memenuhi standar minimal. Regresi
logistik ordinal mengidentifikasi bahwa aksesibilitas, kenyamanan, tarif, kecepatan, dan informasi
layanan memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan.
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kinerja operasional BRT Trans Cirebon Koridor II masih
belum optimal, sementara keputusan penggunaan layanan sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan
dan karakteristik pengguna. Rekomendasi strategis mencakup peningkatan headway, perluasan
akses halte, peningkatan kenyamanan, serta perbaikan kecepatan dan informasi layanan guna
mendorong peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi publik.