Implementasi Building Information Modeling (BIM) Pada Proyek Gedung Parkir Sepeda Motor Bertingkat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Sektor konstruksi di Indonesia memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi sekitar 10% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, tantangan dalam penerapan teknologi digital, seperti Building Information Modeling (BIM), masih menjadi kendala dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan BIM dalam proyek pembangunan gedung parkir RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Perbandingan dilakukan antara metode konvensional dan metode BIM, dengan menggunakan perangkat lunak utama Autodesk Revit 2025 dan Navisworks untuk simulasi serta visualisasi proses pembangunan. Penelitian diawali dengan pengumpulan data sekunder, termasuk Detailed Engineering Design (DED), Bill of Quantity (BOQ), dan jadwal proyek. Data tersebut digunakan dalam Autodesk Revit untuk menghasilkan model 3D BIM, yang mencakup pemodelan elemen struktur dan deteksi bentrokan. Model ini kemudian diterapkan dalam BIM 4D untuk integrasi penjadwalan proyek menggunakan Microsoft Project, serta BIM 5D untuk estimasi biaya berbasis Quantity Take-off yang diolah dalam Excel. Data Model 3D, jadwal dan estimasi biaya yang telah disusun dalam Microsoft Project kemudian diintegrasikan ke dalam Navisworks untuk menghasilkan simulasi visual guna mempermudah analisis dan evaluasi proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BIM menghasilkan volume beton sebesar 1.321,67 m3, kebutuhan pembesian 269.905,77 kg, dan wiremesh M-10 seluas 4.292,26 m2, yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional dengan selisih pengurangan masing-masing sebesar 12,44%, 4,07%, dan 1,02%. Dari segi biaya, estimasi berbasis BIM lebih hemat 4,16%, sementara dari segi waktu, proyek dengan BIM selesai 22 hari lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, risiko kesalahan yang lebih rendah, serta efisiensi waktu dan biaya yang lebih baik, BIM terbukti menjadi solusi optimal dalam perencanaan dan pengelolaan proyek konstruksi, terutama untuk infrastruktur kesehatan seperti gedung parkir RSUP Dr. Sardjito.