<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Implementasi Undang-undang Global Fragility Act (GFA) Amerika Serikat dalam mengatasi Konflik Geng di Haiti (2019-2025)

dc.Identifier.NIM22323155
dc.contributor.authorWidodo, Farrel Pradana
dc.date.accessioned2026-08-06T04:29:26Z
dc.date.available2026-08-06T04:29:26Z
dc.date.issued2026
dc.description.abstractGlobal Fragility Act (GFA) kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas di negara rentan, dan mencegah konflik akibat konflik geng di Haiti pada periode 2019-2025 dengan menggunakan teori Implementing Public Policy dari George C. Edwards III, dengan penemuan penelitian bahwa, kebijakan GFA belum secara optimal dalam mengatasi konflik geng secara signifikan. Tantangan utama dalam kebijakan meliputi komunikasi, sumber daya yang terbatas, sikap atau komitmen yang lemah, dan birokrasi yang kompleks. Implementasi kebijakan GFA lebih berfokus pada kepentingan Amerika Serikat, dalam melindungi warga Amerika Serikat, daripada mengatasi akar konflik di Haiti. Oleh karena itu GFA belum secara optimal dalam menciptakan stabilitas dan penuntasan konflik geng yang berkepanjangan di Haiti.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/65678
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGlobal Fragility Acten_US
dc.subjectHaitien_US
dc.subjectAmerika Serikaten_US
dc.subjectKebijakan Publiken_US
dc.titleImplementasi Undang-undang Global Fragility Act (GFA) Amerika Serikat dalam mengatasi Konflik Geng di Haiti (2019-2025)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22323155.pdf
Size:
1.85 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: