Perbandingan Kinerja Lentur Balok Beton Bertulang dengan Sambungan Lewatan Dan Sambungan Mekanis (Coupler) Tipe Cold Forged Sleeve With Parallel Threads
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Beton bertulang merupakan kombinasi beton dan baja tulangan yang memanfaatkan kekuatan beton dalam menahan beban tekan dan baja tulangan dalam menahan beban tarik, sehingga menghasilkan material komposit yang kuat terhadap beban lentur. Baja tulangan umumnya memiliki panjang 12 meter, sehingga jika diperlukan lebih dari itu, harus disambung menggunakan metode seperti sambungan lewatan (lap splice), sambungan las, atau sambungan mekanis. Penelitian ini membandingkan kuat lentur balok beton bertulang tanpa sambungan, dengan sambungan lewatan, dan dengan sambungan mekanis tipe Cold Forged sleeve with Parallel Threads (CFSPT), untuk menilai performa setiap metode sambungan. Penelitian ini menggunakan benda uji balok berukuran 200 x 20 x 40 cm dengan mutu beton rencana f’c 25 MPa. Benda uji menggunakan baja tulangan berukuran D16 untuk tulangan tarik. Variasi benda uji terdiri dari 3 jenis berbeda yaitu balok normal, balok sambungan lewatan, dan balok sambungan coupler tipe CFSPT. Pengujian dilakukan saat benda uji berumur 28 hari. Pengujian kuat lentur menghasilkan nilai Momen nominal balok normal sebesar 85,209 kNm, balok sambungan lewatan sebesar 92,952 kNm, dan balok sambungan coupler sebesar 82,305 kNm. Berdasarkan nilai Momen nominal percobaan, balok sambungan lewatan memiliki nilai tertinggi dan balok sambungan coupler memiliki nilai terendah. Lendutan yang dihasilkan dari balok normal cenderung lebih tinggi dibandingkan balok sambungan lewatan dan balok sambungan coupler yaitu sebesar 72,522 mm. Sedangkan lendutan maksimal yang dihasilkan balok sambungan lewatan dan balok sambungan coupler berturut-turut sebesar 44,876 mm dan 40,191 mm. Nilai daktilitas balok normal, balok sambungan lewatan, dan balok sambungan coupler berturut-turut sebesar 5,949; 3,257; 4,550. Menurut SNI 1726:2002, diklasifikasikan balok normal termasuk dalam kategori daktilitas penuh, sedangkan balok sambungan lewatan dan balok sambungan coupler termasuk dalam kategori daktilitas parsial.