<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Pencegahan Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) (Studi Kasus : Depo Lokomotif Semarang Poncol PT. KAI (Persero) Daop 4 Semarang)

dc.Identifier.NIM21522180
dc.contributor.authorMusyahadah, Ulva Iba Mifta
dc.date.accessioned2025-12-22T04:46:08Z
dc.date.available2025-12-22T04:46:08Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractDepoLokomotif Semarang Poncolmerupakan unit pelaksana teknis(UPT) untuk pemeliharaan dan perbaikan lokomotif di kota semarang yang berada di bawah organisasi seksi sarana PT. Kereta Api Indonesia (Persero) daerah operasi (DAOP) 4 Semarang. Berdasarkan data kecelakaan kerja proses perawatan diketahui bahwa adanya variasi jumlah kecelakaan kerja dari tahun 2022 hingga 2024. Beberapa jenis kecelakaan kerja di antaranya yaitu akibat terjatuh ditempat kerja yang paling sering terjadi hingga terdapat peningkatan dari 3 kejadian pada tahun 2022 menjadi 20 kejadian pada tahun 2024. Sementara itu kecelakaan kerja akibat terkena alat kerja juga menunjukkan peningkatan dari tahun 2022 hingga 2024. Sebaliknya pada beberapa jenis kecelakaan kerja seperti terjepit wesel/rel dan karena alat angkut mengalami penurunan. Sementara kecelakaan akibat kebakaran hanya terjadi satu kali pada tahun 2023. Penelitian ini berfokus pada identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko kecelakaan kerja pada kegiatan perawatan lokomotif. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data risiko kecelakaan kerja pada kegiatan proses perawatan melalui wawancara dan studi literatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko bahaya, menghitung dan menganalisi tingkat risiko, dan juga dapat memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada perusahaan menggunakan metode hazard identification risk assessment and risk control (HIRARC) yang dibantu dengan pendekatan 5W+1H untuk penentuan pengendalian risiko akhir yang dapat diterapkan pada Depo Lokomotif Semarang Poncol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 aktivitas yang memiliki tingkat risiko ekstrem (extreme risk) sebesar 18%, 4 aktivitas yang memiliki tingkat risiko tinggi (high risk) sebesar 23%, 2 aktivitas yang memiliki tingkat risiko sedang (moderate risk) sebesar 12% dan 8 aktivitas yang memiliki tingkat risiko rendah (low risk) sebesar 47%. Maka Pengendalian perbaikan yang dapat dilakukan adalah penggunaan alat pelindung diri (APD) berupa sarung tangan tahan oli dan sepatu anti slip. Kemudian pengendalian berupa engineering control adalah berupa pemberian sinyal peringatan penggerakan lokomotif dan pemberian alat tampung tumpahan oli. Selanjutnya untuk pengendalian administrative control adalah berupa program inspeksi rutin dan pelatihan prosedur darurat. Kemudian untuk pengendalian substitusi adalah berupa penggantian mengganti jenis baterai lama dengan jenis yang lebih aman.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/59244
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDepo Lokomotifen_US
dc.subjectProses Perawatanen_US
dc.subjectHazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC)en_US
dc.subject5W+1Hen_US
dc.subjectRisikoen_US
dc.subjectBahayaen_US
dc.subjectKecelakaan Kerjaen_US
dc.titleAnalisis Pencegahan Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) (Studi Kasus : Depo Lokomotif Semarang Poncol PT. KAI (Persero) Daop 4 Semarang)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
21522180.pdf
Size:
4.45 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: