Efek Pemberian Bawang Putih Tunggal (Allium Sativum) dan Simvastatin Terhadap Jumlah Sel Leydig Testis Tikus Galur Wistar (Rattus Norvegicus) yang diinduksi Diet Tinggi Lemak
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Latar Belakang: Diet tinggi lemak dapat menyebabkan dislipidemia. Dislipidemia
dan terapinya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap reproduksi laki-laki.
Maka terapi alternatif untuk mengatasi efek samping dislipidemia dan obatnya
perlu dikembangkan salah satunya menggunakan bawang putih tunggal yang
merupakan umbi afrodisiaka.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh bawang putih tunggal dan simvastatin
terhadap jumlah sel Leydig tikus wistar yang diinduksi DTL.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental murni
dengan desain posttest only randomized control group design. Sampel pada
penelitian ini berjumlah 16 tikus yang terbagi dalam 4 kelompok. Kelompok kontrol
negatif (K-) hanya diinduksi DTL, kelompok kontrol positif (K+) diinduksi DTL dan
diintervensi simvastatin, kelompok perlakuan 1 (P1) diinduksi DTL dan diintervensi
ekstrak bawang putih tunggal, kelompok perlakuan 2 (P2) diinduksi DTL dan
diintervensi kombinasi ekstrak bawang putih tunggal dan simvastatin. Induksi DTL
diberikan sebanyak 1 ml/100 gBB selama 28 hari sedangkan intervensi dilakukan
selama 14 hari dengan dosis simvastatin yaitu 0,9 ml/100 gBB dan ekstrak bawang
putih tunggal yaitu 1 ml/100 gBB. Jumlah rerata sel Leydig pada setiap kelompok
kemudian diuji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan diuji nonparametrik
menggunakan Kruskal-Wallis.
Hasil: Median jumlah sel Leydig kelompok K-, K+, P1, dan P2 berturut-turut adalah
11,00 (IQR 8,00-15,50), 10,50 (IQR 8,00-13,50), 12,00 (IQR 10,50-14,00),dan
10,00 (IQR 7,00-15,50). Uji Shapiro-Wilk menunjukan distribusi data tidak normal
dan hasil uji nonparametrik Kruskal-Wallis menunjukan p = 0,500.
Kesimpulan: Tidak didapatkan perbedaan rerata jumlah sel Leydig yang
signifikan pada testis tikus galur wistar yang diinduksi DTL antara kelompok tanpa
intervensi dan dengan intervensi.