Pembuatan Panel Akustik Material Komposit Serat Alami Ampas Tebu(Saccharum Officinarum) Dan Ijuk
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Hampir bersamaan dengan lajunya pertumbuhan kehidupan masyarakat, kebutuhan tempat tinggal yang nyaman semakin menjadi kebutuhan hidup. Salah satu parameter kenyamanan tempat tinggal adalah sistem akustik ruangan yang menjadi bagian dari desain tempat tinggal. Dalam pandangan masyarakat awam, bahan-bahan bangunan yang memiliki karakteristik akustik tidak menempati urutan penting dalam rancangan sebuah bangunan.
Bersamaan dengan usaha untuk terus menumbuhkan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya mengurangi dampak kebisingan dan meningkatkan kualitas hidup, idealnya bahan bangunan dengan kualitas akustik yang baik namun dengan harga terjangkau juga makin banyak disediakan. Selama ini, bahan-bahan pelapis dinding yang bersifat akustik atau yang sering disebut panel akustik, umumnya terbuat dari bahan utama kayu-kayu berkualitas, sehingga harganya menjadi kurang terjangkau oleh masyarakat luas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dasar mengenai nilai serapan bunyi dari komposit ampas tebu dan ijuk dengan matrik alami. Matrik alami disini adalah pencampuran antara tepung kanji dan air dengan perbandingan komposisi, tekanan dan pada suhu tertentu. Variabel dalam penelitian ini adalah perubahan campuran komposisi material peredam bunyi. Pembuatan material peredam bunyi diawali dengan pencampuran ampas tebu dan ijuk dengan lem kanji (matrik alami) kemudian dibentuk dengan menggunakan mesin kempa panas (hot press). Dalam penelitian ini dibuat tiga (3) material peredam bunyi dengan variasi komposisi pada pembuatannya. Selanjutnya masing-masing material peredam bunyi dipotong berbentuk silinder dengan diameter 100 mm untuk kemudian diujikan dengan menggunakan tabung impedensi.
Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin banyak campuran terhadap komposisi pembuatan material bunyi maka nilai serapan bunyinya semakin menurun dan sebaliknya, semakin sedikit campuran terhadap komposisi pembuatan material peredam bunyi semakin tinggi nilai serapan bunyinya.
Kata kunci: Ampas tebu, Ijuk, Lem Kanji, Kebisingan, Nilai serapan Bunyi, Tabung Impedansi, Hot Press.