<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Tebal Plat Dan Tegangan Listrik Sekunder Pengelasan Terhadap Mode Patah Sambungan Las Titik (Resistance Spot Welding) Baja Karbon Rendah Ss400 Dan Stainless Steel JLS AUS

dc.Identifier.NIM07525039
dc.contributor.advisorYustiasih Purwaningrum, ST., MT
dc.contributor.advisorTriyono, ST., MT
dc.contributor.authorSupriyanto
dc.date.accessioned2021-11-01T01:33:22Z
dc.date.available2021-11-01T01:33:22Z
dc.date.issued2011
dc.description.abstractPengelasan merupakan proses penyambungan logam yang paling banyak digunakan pada saat ini. Las titik (Resistance Spot Welding) banyak digunakan dalam industri manufaktur, karena mempunyai keuntungan antara lain : praktis, hasilnya dapat diandalkan, efisien dan ekonomis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tegangan listrik sekunder dan tebal plat yang disambung terhadap karakteristik dan mode patah sambungan las titik baja karbon rendah dan stainless steel JLS AUS serta mengetahui laju korosi yang terjadi pada material stainless steel JLS AUS. Pengelasan menggunakan las RSW dengan variasi tegangan listrik sekunder dan ketebalan plat. Material yang digunakan adalah baja karbon rendah SS400 tebal 3 mm dan stainless steel JLS AUS tebal 0.5 mm, 0.8 mm, dan 1mm. Tegangan yang digunakan 1.79V, 2.02V, 2.30V, dan 2.67V dengan waktu las konstan pada 2.5 detik. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kekerasan dengan metode Vickers, pengujian kekuatan tarik-geser, pengujian foto mikro, dan pengujian korosi dengan metode elektrokimia. Hasil uji tarik untuk MS:SS dengan tebal 3:0.5 mm tegangan kritis pada 2.30V, pada MS:SS dengan tebal 3:0.8 mm dan 3:1 mm tegangan kritis pada 2.67 V. Hasil uji kekerasan menunjukkan nugget memiliki kekerasan paling tinggi dibandingkan HAZ dan logam induk. Pada nugget MS:SS tebal 3:0.5 mm nilai VHN 215.37 kg/mm2 (MS) dan 212.2kg/mm2 (SS), untuk ketebalan 3:0.8 mm nilai VHN 261.43 kg/mm2 (MS) dan 234.38 kg/mm2 (SS), dan tebal 3:1 mm nilai VHN 290.03 kg/mm2 (MS) dan 320.8 kg/mm2 (SS). Hasil uji foto mikro menunjukkan material baja karbon rendah SS400 memiliki struktur ferit dan perlit didaerah logam induk dan HAZ, pada daerah nugget memiliki struktur bainit, sedangkan stainless steel JLS AUS memiliki struktur austenit dan precipitation pada daerah logam induk, HAZ, dan nugget. Hasil uji korosi menunjukkan semakin tebal material dan besar tegangan listrik pengelasan, maka laju korosi semakin cepat. Laju korosi material stainless steel JLS AUS untuk tebal MS:SS tebal 3:0.5 mm laju korosi 1.62 mmpy, MS:SS tebal 3:0.8 mm laju korosi 1.78 mmpy, MS:SS tebal 3:1 laju korosi 1.83 mm, raw material laju korosi 1.65 mm. Kata Kunci : Las RSW, SS400, JLS AUS, uji tarik, uji kekerasan, uji foto mikro, dan uji korosien_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/33875
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectLas RSWen_US
dc.subjectSS400en_US
dc.subjectJLS AUSen_US
dc.subjectuji tariken_US
dc.subjectuji kekerasanen_US
dc.subjectuji foto mikroen_US
dc.subjectuji korosien_US
dc.titlePengaruh Tebal Plat Dan Tegangan Listrik Sekunder Pengelasan Terhadap Mode Patah Sambungan Las Titik (Resistance Spot Welding) Baja Karbon Rendah Ss400 Dan Stainless Steel JLS AUSen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
07525039 Supriyanto.pdf
Size:
7.88 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: