Pengukuran Keandalan Bangunan Gedung Pada Rumah Susun dengan Pembobotan Kriteria
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pembangunan gedung sebagai tempat hunian dengan kapasitas masal merupakan upaya menekan penggunaan lahan yang ketersediaannya semakin berkurang. Rusunawa merupakan bangunan gedung dengan fungsi hunian harus mampu menunjang kehidupan penghuninya, maka dari itu diperlukan monitoring pada bangunan gedung rusunawa salah satunya adalah memeriksa keandalannya. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 mengisyaratkan suatu bangunan gedung harus dalam kondisi andal guna menjamin bangunan gedung dapat melayani pengguna sesuai dengan fungsinya. Kondisi saat ini masih ditemukan bangunan gedung yang rusak akibat bencana alam, perubahan fungsi, kesalahan perencanaan dan perawatan serta model penilaian keandalan bangunan gedung belum dapat menggambarkan kondisi gedung secara terpadu dan tidak menyimpulkan secara langsung kondisi gedung sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui bobot kepentingan persyaratan kriteria keandalan bangunan gedung pada rumah susun dan mengetahui tingkat keandalan bangunan gedung rumah susun. Objek pada penelitian ini yaitu bangunan gedung rumah susun yang akan diperiksa apakah telah memenuhi semua kriteria keandalan bangunan gedung meliputi kriteria keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. dari 4 (empat) kriteria tersebut didapatkan 14 (empat belas) sub-kriteria yang memiliki komponen dari adaptasi formulir Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dengan pemeriksaan secara visual. Metode Analytic Hirarchy Proccess (AHP) digunakan untuk menentukan bobot kepentingan pada persyaratan kriteria dan sub-kriteria keandalan bangunan gedung rumah susun. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembobotan kepentingan persyaratan kriteria keandalan bangunan gedung rumah susun pada kriteria keselamatan mendapatkan bobot sebesar 55,5%, kesehatan sebesar 22%, kenyamanan 9,8%, dan kemudahan 12,7%. Hasil pemeriksaan pada objek penelitian yaitu Rusunawa Jongke telah memenuhi semua persyaratan kriteria keandalan bangunan gedung karena skor tiap kriteria melebihi skor minimum yaitu 60% dan skor keandalan keseluruhan sebesar 82,11%.