Peran Guru dalam mengaktifkan Peserta Didik Pada Pembelajaran Bahasa Arab di MAN 5 Sleman Yogyakarta
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan fenomena yang jarang ditemui di
Lembaga lain, yaitu mayoritas siswa kelas X dan XI menganggap bahwa Bahasa
arab adalah mata pelajaran yang sulit tetapi menyenangkan. Hal itu terjadi karena
peran guru dalam menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Guru yang aktif,
inofatif, dan menyenangkan menjadi standar bagi peserta didik untuk dapat belajar
lebih semangat dan bersungguh-sungguh saat dikelas. Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru dan kendala yang dihadapi
dalam mengaktifkan pembelajaran Bahasa Arab kelas X dan XI di MAN 5 Sleman
Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Arab kelas X dan XI,
dan peserta didik kelas X dan XI. Data dikumpulkan melalui Teknik observasi,
wawancara, dan dokumentasi, serta keabsahan data menggunakan triangulasi data.
Dalam analisis data menggunakan 3 tahapan yaitu reduksi data, display data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam mengaktifkan peserta
didik pada pembelajaran Bahasa Arab meliputi peran sebagai motivator, fasilitator,
mediator, pengelola kelas, dan evaluator. Beberapa peran tersebut yang pertama
yaitu guru memberikan motivasi. Kedua, guru membangun kedekatan emosional
dengan peserta didik, melalui pemberian apresiasi, perhatian, dll. Ketiga, guru
mengajar dengan semangat dan aktif. Keempat, adanya variasi dalam proses
mengajar yang diterapkan oleh guru melalui penerapan ice breaking, media-media
online seperti penggunaan aplikasi canva, quizziz, kahoot, wordwall dan tetap
memanfaatkan media offline seperti buku paket, media kartu, dll. Dan yang kelima,
guru melakukan evaluasi kepada siswa. Adapun kendala yang dihadapi guru kelas
X dan XI MAN 5 Sleman, dalam mengaktifkan peserta didik pada pembelajaran
Bahasa Arab, yang pertama yaitu perbedaan kognitif siswa disebabkan karena latar
Pendidikan sebelumnya berbeda-beda. Kedua, keterbatasan jam pelajaran yang
terjadi pada kelas XI disebabkan karena kurikulum kelas XI masih menggunakan
kurikulum 13 dengan alokasi waktu 2 jam selama seminggu sehingga dalam proses
pembelajarannya menjadi kurang optimal. Dan yang terakhir, yaitu perbedaan
karakter dan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa arab.