<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Guru dalam mengaktifkan Peserta Didik Pada Pembelajaran Bahasa Arab di MAN 5 Sleman Yogyakarta

dc.Identifier.NIM20422193
dc.contributor.authorWati, Dheajeng Ayu Puspita
dc.date.accessioned2024-10-23T04:54:01Z
dc.date.available2024-10-23T04:54:01Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan fenomena yang jarang ditemui di Lembaga lain, yaitu mayoritas siswa kelas X dan XI menganggap bahwa Bahasa arab adalah mata pelajaran yang sulit tetapi menyenangkan. Hal itu terjadi karena peran guru dalam menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Guru yang aktif, inofatif, dan menyenangkan menjadi standar bagi peserta didik untuk dapat belajar lebih semangat dan bersungguh-sungguh saat dikelas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru dan kendala yang dihadapi dalam mengaktifkan pembelajaran Bahasa Arab kelas X dan XI di MAN 5 Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Arab kelas X dan XI, dan peserta didik kelas X dan XI. Data dikumpulkan melalui Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta keabsahan data menggunakan triangulasi data. Dalam analisis data menggunakan 3 tahapan yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam mengaktifkan peserta didik pada pembelajaran Bahasa Arab meliputi peran sebagai motivator, fasilitator, mediator, pengelola kelas, dan evaluator. Beberapa peran tersebut yang pertama yaitu guru memberikan motivasi. Kedua, guru membangun kedekatan emosional dengan peserta didik, melalui pemberian apresiasi, perhatian, dll. Ketiga, guru mengajar dengan semangat dan aktif. Keempat, adanya variasi dalam proses mengajar yang diterapkan oleh guru melalui penerapan ice breaking, media-media online seperti penggunaan aplikasi canva, quizziz, kahoot, wordwall dan tetap memanfaatkan media offline seperti buku paket, media kartu, dll. Dan yang kelima, guru melakukan evaluasi kepada siswa. Adapun kendala yang dihadapi guru kelas X dan XI MAN 5 Sleman, dalam mengaktifkan peserta didik pada pembelajaran Bahasa Arab, yang pertama yaitu perbedaan kognitif siswa disebabkan karena latar Pendidikan sebelumnya berbeda-beda. Kedua, keterbatasan jam pelajaran yang terjadi pada kelas XI disebabkan karena kurikulum kelas XI masih menggunakan kurikulum 13 dengan alokasi waktu 2 jam selama seminggu sehingga dalam proses pembelajarannya menjadi kurang optimal. Dan yang terakhir, yaitu perbedaan karakter dan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa arab.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/53001
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPeran Guruen_US
dc.subjectKeaktifan Belajaren_US
dc.subjectPembelajaran Bahasa Araben_US
dc.titlePeran Guru dalam mengaktifkan Peserta Didik Pada Pembelajaran Bahasa Arab di MAN 5 Sleman Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
20422193.pdf
Size:
2.78 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: