Formulasi Krim Pelembab Alami Kombinasi Lemak Tengkawang (Shorea Stenoptera) dan Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Latar belakang: Lemak tengkawang (Shorea stenoptera) telah diketahui
memiliki aktivitas antioksidan. Lemak tengkawang berdasarkan proses purifikasi
terdapat beberapa jenis yaitu, lemak tengkawang crude, decolorized, dan RBD
(refined, bleached, & deodorized). Kayu manis (Cinnamomum burmannii)
diketahui mempunyai aktivitas baik antioksidan maupun antibakteri.
Tujuan: Melakukan formulasi sediaan krim kombinasi lemak tengkawang, dan
minyak atsiri kayu manis dengan jenis lemak tengkawang yang bervariasi, yaitu
crude, decolorized, dan RBD, dan mengevaluasi stabilitas fisik, aktivitas
antioksidan, dan aktivitas antibakteri.
Metode: Uji stabilitas fisik dengan pengamatan krim pada hari ke-1 dan ke-28
yang disimpan pada suhu kamar (25 ± 2°C), dan suhu dingin (2-8°C) dengan
melihat beberapa parameter, seperti organoleptik, homogenitas, viskositas, pH,
daya sebar, dan daya lekat. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode
DPPH, dan aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran.
Analisis hasil: Evaluasi krim berupa viskositas, nilai pH, daya sebar, daya lekat,
dan uji antioksidan menggunakan DPPH dianalisis menggunakan Microsoft
Excel.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim pelembab kombinasi lemak
tengkawang dan minyak atsiri kayu manis dengan variasi jenis lemak
tengkawang, yaitu crude, decolorized, dan RBD memiliki sifat fisik dan stabilitas
yang baik. Namun, krim lemak tengkawang RBD memiliki kenyamanan
penggunaan krim yang lebih baik. Ketiga formulasi menunjukkan adanya aktivitas
antioksidan dan antibakteri. Aktivitas antioksidan yang paling baik dimiliki
formula krim lemak tengkawang decolorized dengan IC50 sebesar 26,69 ppm, dan
aktivitas antibakteri yang paling baik diperoleh krim lemak tengkawang crude
dengan zona hambat sebesar 29,9 mm.
Kesimpulan: Lemak tengkawang dan minyak atsiri kayu manis dapat
diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki stabilitas fisik yang baik, serta
memiliki aktivitas antioksidan, dan antibakteri. Pada formula krim lemak
tengkawang RBD memiliki stabilitas fisik yang baik, kenyamanan penggunaan,
dan memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri.