Analisis Implementasi Sistem K3 Berbasis Hiradc Pada Pekerjaan Konstruksi Bor Pile (Studi Kasus: Proyek Tol Jogja-Bawen Paket 1)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Pembangunan infrastruktur strategis seperti Jalan Tol Jogja-Bawen memiliki risiko
kecelakaan kerja yang tinggi, terutama pada pekerjaan pondasi bore pile yang kompleks. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) melalui pendekatan HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining
Control) pada Proyek Tol Jogja-Bawen Paket 1. Menggunakan metode deskriptif-observasional,
penelitian ini mengkaji 14 aktivitas utama dalam pekerjaan bore pile dengan menganalisis dokumen
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Pengendalian, dan Pelaporan (IBPRPB) proyek
serta mengacunya pada standar SNI ISO 31000:2011 dan PP No. 50 Tahun 2012.
Hasil analisis risiko awal menunjukkan tingkat bahaya yang signifikan, dimana dari 14
aktivitas yang dievaluasi, 21,42% (3 aktivitas) berkategori risiko ekstrem, 57,16% (8 aktivitas)
berisiko tinggi, dan 21,42% (3 aktivitas) berisiko sedang, tanpa ada aktivitas yang berkategori risiko
rendah. Setelah implementasi tindakan pengendalian berbasis hierarki kontrol, terjadi penurunan
risiko yang substansial: seluruh risiko ekstrem berhasil dieliminasi (0%) , risiko tinggi berkurang
drastis menjadi 14,28% (2 aktivitas) , sementara risiko sedang dan rendah masing-masing menjadi
35,72% (5 aktivitas) dan 50% (7 aktivitas). Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi sistem K3
berbasis HIRADC terbukti efektif dalam menurunkan profil risiko secara keseluruhan. Meskipun
demikian, keberadaan risiko residual tinggi pada aktivitas krusial seperti mobilisasi alat berat dan
proses pengeboran menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan penguatan budaya
keselamatan untuk mencegah insiden di lapangan.