Evaluasi Kinerja Jalur Pejalan Kaki di Kawasan Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Transportasi di wilayah kampus merupakan salah satu indikator penilaian yang digunakan
dalam penentuan green campus. Penggunaan kendaraan bermotor pribadi masih menjadi pilihan
utama bagi masyarakat kampus dibandingkan dengan pejalan kaki. Hal ini bertentangan dengan
konsep green campus yang akan dijalankan oleh Universitas Islam Indonesia dalam mengurangi
emisi karbon dan tingkat polusi akibat kendaraan bermotor di wilayah kampus. Solusi dalam
pengurangan emisi karbon dan polusi adalah dengan meningkatkan minat masyarakat dalam
berjalan kaki di wilayah kampus. Namun kondisi jalur pejalan kaki di Kawasan Kampus Terpadu
seringkali terlihat tidak terdapat trotoar dan memiliki lebar yang sempit karena adanya penghalang
sehingga menyulitkan pejalan kaki yang melintas. Oleh karenanya, perlu dilakukan evaluasi tingkat
pelayanan jalur pejalan kaki agar memudahkan pergerakan civitas akademik dari satu gedung ke
gedung lainnya.
Penelitian ini melakukan observasi kondisi jalur pejalan kaki yang meliputi kondisi trotoar,
fasilitas pendukung, infrastruktur penunjang bagi disabilitas, penghalang yang berada pada jalur
pejalan kaki, dan penyeberangan. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif
berdasarkan skala rating yang mengacu pada Peraturan Menteri No. 03 Tahun 2014 dan Global
Designing Cities Initiative 2016.
Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja jalur pejalan kaki pada ruas jalan menurut Peraturan
Menteri No. 03 Tahun 2014 dan GDCI 2016 pada tingkat pelayanan A sebesar 10,27%, tingkat
pelayanan B sebesar 32,59%, pada tingkat pelayanan C sebesar 41,52%, dan tingkat pelayanan D
sebesar 15,63%. Sedangkan tingkat pelayanan jalur pejalan kaki pada penyeberangan menurut
Peraturan Menteri No.03 Tahun 2014 di tingkat pelayanan A terdapat 17,78% dan tingkat pelayanan
B terdapat 82,22%. Dan menurut GDCI 2016, tingkat pelayanan C terdapat 53,33% dan pada tingkat
pelayanan D terdapat 46,67%. Berdasarkan Peraturan Menteri No. 03 Tahun 2014 dan GDCI 2016,
menunjukkan bahwa kondisi jalur pejalan kaki di Kawasan Kampus Terpadu Universitas Islam
Indonesia pada ruas jalan masih belum memenuhi standar Peraturan Menteri No. 03 Tahun 2014 dan
Global Designing Cities Initiative 2016. Solusi alternatif yang dapat diterapkan adalah dengan
melakukan prioritas perbaikan pada segmen – segmen dengan tingkat pelayanan D dan melakukan
integrasi dengan moda transportasi umum untuk menambah minat masyarakat kampus dalam
berjalan kaki.