<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Kinerja Jalur Pejalan Kaki di Kawasan Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia

dc.Identifier.NIM20511342
dc.contributor.authorKirana, Nadya Shafira
dc.date.accessioned2024-10-15T02:49:16Z
dc.date.available2024-10-15T02:49:16Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractTransportasi di wilayah kampus merupakan salah satu indikator penilaian yang digunakan dalam penentuan green campus. Penggunaan kendaraan bermotor pribadi masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat kampus dibandingkan dengan pejalan kaki. Hal ini bertentangan dengan konsep green campus yang akan dijalankan oleh Universitas Islam Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan tingkat polusi akibat kendaraan bermotor di wilayah kampus. Solusi dalam pengurangan emisi karbon dan polusi adalah dengan meningkatkan minat masyarakat dalam berjalan kaki di wilayah kampus. Namun kondisi jalur pejalan kaki di Kawasan Kampus Terpadu seringkali terlihat tidak terdapat trotoar dan memiliki lebar yang sempit karena adanya penghalang sehingga menyulitkan pejalan kaki yang melintas. Oleh karenanya, perlu dilakukan evaluasi tingkat pelayanan jalur pejalan kaki agar memudahkan pergerakan civitas akademik dari satu gedung ke gedung lainnya. Penelitian ini melakukan observasi kondisi jalur pejalan kaki yang meliputi kondisi trotoar, fasilitas pendukung, infrastruktur penunjang bagi disabilitas, penghalang yang berada pada jalur pejalan kaki, dan penyeberangan. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan skala rating yang mengacu pada Peraturan Menteri No. 03 Tahun 2014 dan Global Designing Cities Initiative 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja jalur pejalan kaki pada ruas jalan menurut Peraturan Menteri No. 03 Tahun 2014 dan GDCI 2016 pada tingkat pelayanan A sebesar 10,27%, tingkat pelayanan B sebesar 32,59%, pada tingkat pelayanan C sebesar 41,52%, dan tingkat pelayanan D sebesar 15,63%. Sedangkan tingkat pelayanan jalur pejalan kaki pada penyeberangan menurut Peraturan Menteri No.03 Tahun 2014 di tingkat pelayanan A terdapat 17,78% dan tingkat pelayanan B terdapat 82,22%. Dan menurut GDCI 2016, tingkat pelayanan C terdapat 53,33% dan pada tingkat pelayanan D terdapat 46,67%. Berdasarkan Peraturan Menteri No. 03 Tahun 2014 dan GDCI 2016, menunjukkan bahwa kondisi jalur pejalan kaki di Kawasan Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia pada ruas jalan masih belum memenuhi standar Peraturan Menteri No. 03 Tahun 2014 dan Global Designing Cities Initiative 2016. Solusi alternatif yang dapat diterapkan adalah dengan melakukan prioritas perbaikan pada segmen – segmen dengan tingkat pelayanan D dan melakukan integrasi dengan moda transportasi umum untuk menambah minat masyarakat kampus dalam berjalan kaki.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/52358
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectJalur Pejalan Kakien_US
dc.subjectTingkat Pelayananen_US
dc.subjectGDCI 2016en_US
dc.titleEvaluasi Kinerja Jalur Pejalan Kaki di Kawasan Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesiaen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
20511342.pdf
Size:
70.94 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: