Studi Penggunaan Obat Pada Neonatus dan Bayi di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang : Neonatus dan bayi memerlukan perhatian khusus dalam penggunaan obat untuk memastikan efektivitas dan keamanan sehingga evaluasi obat-obatan penting untuk meminimalkan risiko dan mencapai hasil yang optimal. Tujuan : Menganalisis permasalahan penggunaan obat (DRPs) dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian permasalahan penggunaan obat. Metode : Penelitian berdesain potong lintang secara retrospektif yang menggunakan rekam medis pasien neonatus dan bayi pada kunjungan rawat inap
terakhir. Kejadian DRPs dikategorikan berdasarkan PCNE V9.1, kemudian faktor- faktor yang memengaruhi DRPs diolah menggunakan software SPSS dengan
analisis data bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat regresi logistik. Hasil : Obat yang paling sering digunakan adalah sefotaksim, parasetamol, dan salbutamol, dengan kejadian DRPs tertinggi adalah pemilihan obat yang tidak tepat. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya DRPs yaitu usia (OR = 0,32 , CI 95% = 0,15-0,65) dan jumlah obat (OR = 2,42, CI 95% = 1,23-4,72). Kesimpulan : Kejadian DRPs tertinggi adalah 27,69%, terkait dengan keamanan obat. Bayi 3,12 kali lebih mungkin mengalami DRPs dibandingkan dengan neonatus, sementara mengonsumsi > 3 obat meningkatkan risiko DRPs sebanyak 2,4 kali lipat dibandingkan dengan mengonsumsi ≤ 3 obat.