Studi Penggunaan Obat Pada Neonatus dan Bayi di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta
| dc.Identifier.NIM | 20613108 | |
| dc.contributor.author | Ferliandi, Erick | |
| dc.date.accessioned | 2024-08-29T03:48:20Z | |
| dc.date.available | 2024-08-29T03:48:20Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Latar belakang : Neonatus dan bayi memerlukan perhatian khusus dalam penggunaan obat untuk memastikan efektivitas dan keamanan sehingga evaluasi obat-obatan penting untuk meminimalkan risiko dan mencapai hasil yang optimal. Tujuan : Menganalisis permasalahan penggunaan obat (DRPs) dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian permasalahan penggunaan obat. Metode : Penelitian berdesain potong lintang secara retrospektif yang menggunakan rekam medis pasien neonatus dan bayi pada kunjungan rawat inap terakhir. Kejadian DRPs dikategorikan berdasarkan PCNE V9.1, kemudian faktor- faktor yang memengaruhi DRPs diolah menggunakan software SPSS dengan analisis data bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat regresi logistik. Hasil : Obat yang paling sering digunakan adalah sefotaksim, parasetamol, dan salbutamol, dengan kejadian DRPs tertinggi adalah pemilihan obat yang tidak tepat. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya DRPs yaitu usia (OR = 0,32 , CI 95% = 0,15-0,65) dan jumlah obat (OR = 2,42, CI 95% = 1,23-4,72). Kesimpulan : Kejadian DRPs tertinggi adalah 27,69%, terkait dengan keamanan obat. Bayi 3,12 kali lebih mungkin mengalami DRPs dibandingkan dengan neonatus, sementara mengonsumsi > 3 obat meningkatkan risiko DRPs sebanyak 2,4 kali lipat dibandingkan dengan mengonsumsi ≤ 3 obat. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/51435 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | DRPs | en_US |
| dc.subject | Neonatus | en_US |
| dc.subject | Bayi | en_US |
| dc.subject | Penggunaan Obat | en_US |
| dc.title | Studi Penggunaan Obat Pada Neonatus dan Bayi di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |