<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Penerapan Metode Six Sigma dan Failure Mode and Effect Analysis dalam Menganalisa Defect Pada Produksi Kabinet Grand Piano (Studi Kasus : PT. Yamaha Indonesia)

dc.Identifier.NIM21522357
dc.contributor.authorKhotimah, Zakiyah Khusnul
dc.date.accessioned2025-11-27T07:52:41Z
dc.date.available2025-11-27T07:52:41Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractPT Yamaha Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi piano, dengan cakupan pasar yang luas hingga menembus pasar ekspor ke berbagai negara. Untuk menjaga daya saing dan memenuhi tingkat kepuasan pelanggan, peningkatan kualitas produk menjadi aspek yang sangat penting. Salah satu unit kerja di perusahaan ini adalah kelompok sanding & buffing side GP, yang bertanggung jawab terhadap pemrosesan komponen Grand Piano (GP), khususnya bagian kabinet side board dan key bed. Permasalahan yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah tingginya tingkat produk cacat pada proses sanding & buffing side GP, khususnya pada bagian kabinet, yang mengakibatkan tidak tercapainya target output dalam satu siklus kerja selama 8 jam dan menurunnya tingkat produktivitas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan upaya perbaikan kualitas dan pengurangan jumlah produk cacat dengan menerapkan metode Six Sigma serta pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada periode Juli 2024 hingga Desember 2024, diperoleh nilai Defect Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 44.924,73 dan level sigma sebesar 3,22. Identifikasi jenis cacat dominan dilakukan menggunakan diagram Pareto, yang menunjukkan bahwa cacat kasar merupakan jenis cacat paling dominan, dengan persentase sebesar 13%. Untuk mengetahui akar penyebab dari cacat tersebut, dilakukan analisis menggunakan diagram tulang ikan (fishbone diagram). Melalui pendekatan FMEA, diketahui bahwa penyebab utama dari cacat kasar adalah penyetinggan meja produksi yang kurang sesuai, dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 448. Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan melakukan perbaikan pada meja produksi terutama pada meja vertical sander baik side board maupun key bed dan meja arm buff agar dapat meminimalisir cacat untuk terjadi kembali.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/58856
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPengendalian Kualitasen_US
dc.subjectDefecten_US
dc.subjectSix Sigmaen_US
dc.subjectDMAICen_US
dc.subjectFMEAen_US
dc.titlePenerapan Metode Six Sigma dan Failure Mode and Effect Analysis dalam Menganalisa Defect Pada Produksi Kabinet Grand Piano (Studi Kasus : PT. Yamaha Indonesia)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
21522357.pdf
Size:
5.08 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: