Pengaruh Penggunaan Baja Ringan Sebagai Bahan Pengganti Baja Tulangan Terhadap Kuat Lentur Balok
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kekuatan dan ketahanan struktur bangunan dianggap sebagai aspek penting dalam konstruksi. Beton bertulang, yang merupakan material komposit terdiri dari beton dan baja tulangan, telah digunakan untuk memastikan ketahanan struktur dalam waktu lama. Fungsi baja tulangan adalah untuk menahan gaya tarik, sementara beton digunakan untuk menahan gaya tekan. Meskipun demikian, kelemahan beton bertulang adalah rendahnya kekuatan persatuan beton, yang menyebabkan berat beton yang tinggi dan dapat membebani struktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan baja ringan sebagai pengganti baja tulangan pada beton bertulang. Baja ringan, yang memiliki bobot lebih ringan dibandingkan baja konvensional, memiliki kekuatan yang sebanding. Penggunaan baja ringan yang telah ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya dapat meningkatkan kuat lentur beton bertulang. Baja ringan profil Hollow dengan ukuran 4x2 dan 3x2 akan digunakan dalam penelitian ini sebagai pengganti baja tulangan pada beton bertulang. Beton akan diuji untuk kekuatan lentur setelah 28 hari pembuatan sampel guna mengamati beban dan lendutan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan baja ringan sebagai pengganti baja tulangan terhadap kekuatan lentur balok. Pengujian dilakukan dengan membebani balok di dua titik dan mengukur lendutannya. Pola retak dan keruntuhan balok juga akan diamati selama pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan antara nilai momen nominal yang diukur secara eksperimental dan momen nominal yang dihitung secara teoritis tidak terlalu signifikan. Penurunan nilai momen nominal eksperimental tercatat sebesar 1,52 kNm dibandingkan dengan balok bertulang baja. Selama pengujian kekuatan lentur, penurunan kekuatan lentur sebesar 3,632 MPa dicatat pada balok dengan baja ringan. Namun, balok tersebut menunjukkan defleksi yang lebih kecil, yaitu 17,923 mm, pada beban maksimum. Dengan demikian, penggunaan baja ringan dalam beton yang diuji menyebabkan penurunan momen nominal dan kekuatan lentur, tetapi kekakuan balok meningkat. Penurunan performa ini disebabkan oleh kegagalan beton pada balok baja ringan (bj 02) yang masih dalam kondisi basah saat diuji, akibat dari pencampuran dan perawatan yang kurang optimal.