Identifikasi Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Pekerjaan Plesteran Dinding Luar dengan Metode Hirarc (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) (Studi Kasus : Proyek Pediatric Tower Rumah Sakit JIH - Yogyakarta)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Dalam konteks urgensitas K3 proyek Pediatric Tower Rumah Sakit JIH di Yogyakarta,
lokasi penelitian ini dipilih secara strategis untuk memfokuskan analisis pada lingkungan kerja
konstruksi yang aktif, sehingga dapat memberikan pemahaman mendalam tentang risiko K3,
khususnya pada pekerjaan plesteran dinding luar. Kemudian, pendekatan pengambilan sampel ini
juga bertujuan untuk memastikan bahwa pengenalan dan penilaian risiko dapat dilakukan secara
detail dan lebih mendalam, sehingga dapat menghasilkan insight yang aplikatif dan berdampak
langsung bagi peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di lapangan.
Risiko kesehatan dan keselamatan kerja dalam konteks pekerjaan plesteran dinding luar
pada proyek konstruksi, khususnya dengan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk
Assessment, and Risk Control). Identifikasi ancaman dan potensi bahaya di lokasi kerja, seperti
penggunaan peralatan dan material untuk plesteran. Proses selanjutnya penilaian terhadap risiko
yang mengarah tingkat paparan pekerja terhadap bahaya tertentu. Sehingga, diperoleh nilai dari
penilaian risiko setelah dilakukan pengendalian risiko dengan hirarki pengendalian untuk
menurunkan tingkan nilai risiko setelah diberi pengendalian.
Hasilnya, tercatat sebanyak 40 bahaya yang berpotensi mengancam keselamatan pekerja.
Sebanyak 3 kasus menunjukkan risiko sangat tinggi (very high). 12 kasus dengan kategori risiko
tinggi (high). 18 kasus dari risiko sedang (medium). Dan 7 kasus menunjukkan risiko rendah (low).
Hirarki ini termasuk Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknik, Administratif, dan APD. Sementara
risiko yang sangat tinggi berkurang dari 3 menjadi 0, tinggi berkurang dari 12 menjadi 2, sedang
berkurang dari 18 menjadi 11, dan rendah bertambah 7 menjadi 27. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pendekatan HIRARC efektif dalam mengelola risiko K3.