Pengaruh Penambahan Serat Serabut Kelapa Terhadap Kuat Lentur dan Permeabilitas Genteng Beton Berbahan Limbah Bottom Ash Sebagai Pengganti Sebagian Semen
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Genteng beton merupakan salah satu penutup atap yang memiliki beberapa kelebihan yaitu
diantaranya tahan lama, tahan dari serangga, ramah lingkungan, memiliki berbagai macam pilihan
dan perawatannya yang mudah, serta dapat meredam panas dan suara. Namun, saat ini tidak banyak
masyarakat yang menggunakan genteng beton karena biayanya yang masih relatif mahal dan rawan
terhadap keretakan. Oleh karena itu, diperlukan cara-cara tertentu untuk meningkatkan kualitas
genteng beton dengan harga yang murah. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan
menggunakan bahan tambah (admixture) pada campuran genteng beton. Bahan tambah yang
digunakan pada penelitian ini berupa bottom ash sebagai bahan pengganti sebagian semen dan serat
serabut kelapa sebagai bahan tambah untuk mengurangi keretakan dalam pembuatan genteng beton.
Pengujian dilakukan untuk mengetahui nilai kuat lentur, penyerapan air, ketahanan terhadap
rembesan air dan nilai ekonomis genteng beton. Pengujian ini menggunakan beberapa variasi
campuran, yaitu genteng beton normal dan genteng beton 20% bottom ash yang disubstitusikan ke
dalam semen serta serat serabut kelapa sebagai bahan tambah pembuatan genteng beton dengan
variasi campuran 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% dengan perbandingan 1PC:3PS.
Hasil dari pengujian ini didapatkan karakteristik beban lentur pada genteng beton normal,
genteng beton dengan campuran 20% bottom ash dan 2% serat, genteng beton dengan campuran
20% bottom ash dan 3% serat, genteng beton dengan campuran 20% bottom ash dan 4% serat,
genteng beton dengan campuran 20% bottom ash dan 5% serat, serta genteng beton dengan
campuran 20% bottom ash dan 6% serat berturut-turut adalah 858,720 N; 898,860 N; 1207,636 N;
922,274 N; 850,979 N dan 840,015 N. Pada uji karakteristik beban lentur hanya genteng beton
dengan campuran 20% bottom ash dan 3% serat yang memenuhi SNI0096:2007 dengan beban lentur
minimum 1200 N. Untuk uji penyerapan air dan ketahanan terhadap rembesan air, semua variasi
benda uji memenuhi persyaratan SNI 0096:2007, dimana nilai penyerapan air maksimal genteng
beton <10% dan tidak terdapat tetesan air pada uji rembesan air. Pemanfaatan limbah bottom ash
dan serat serabut kelapa juga berpengaruh terhadap nilai ekonomis genteng beton, dimana genteng
beton normal memiliki harga satuan yang lebih mahal dibandingkan dengan genteng beton dengan
campuran bottom ash dan serat serabut kelapa.