<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Penambahan Serat Serabut Kelapa Terhadap Kuat Lentur dan Permeabilitas Genteng Beton Berbahan Limbah Bottom Ash Sebagai Pengganti Sebagian Semen

dc.Identifier.NIM20511394
dc.contributor.authorAs-Shofa, Zierly Mauliya
dc.date.accessioned2024-06-24T01:34:55Z
dc.date.available2024-06-24T01:34:55Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractGenteng beton merupakan salah satu penutup atap yang memiliki beberapa kelebihan yaitu diantaranya tahan lama, tahan dari serangga, ramah lingkungan, memiliki berbagai macam pilihan dan perawatannya yang mudah, serta dapat meredam panas dan suara. Namun, saat ini tidak banyak masyarakat yang menggunakan genteng beton karena biayanya yang masih relatif mahal dan rawan terhadap keretakan. Oleh karena itu, diperlukan cara-cara tertentu untuk meningkatkan kualitas genteng beton dengan harga yang murah. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bahan tambah (admixture) pada campuran genteng beton. Bahan tambah yang digunakan pada penelitian ini berupa bottom ash sebagai bahan pengganti sebagian semen dan serat serabut kelapa sebagai bahan tambah untuk mengurangi keretakan dalam pembuatan genteng beton. Pengujian dilakukan untuk mengetahui nilai kuat lentur, penyerapan air, ketahanan terhadap rembesan air dan nilai ekonomis genteng beton. Pengujian ini menggunakan beberapa variasi campuran, yaitu genteng beton normal dan genteng beton 20% bottom ash yang disubstitusikan ke dalam semen serta serat serabut kelapa sebagai bahan tambah pembuatan genteng beton dengan variasi campuran 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% dengan perbandingan 1PC:3PS. Hasil dari pengujian ini didapatkan karakteristik beban lentur pada genteng beton normal, genteng beton dengan campuran 20% bottom ash dan 2% serat, genteng beton dengan campuran 20% bottom ash dan 3% serat, genteng beton dengan campuran 20% bottom ash dan 4% serat, genteng beton dengan campuran 20% bottom ash dan 5% serat, serta genteng beton dengan campuran 20% bottom ash dan 6% serat berturut-turut adalah 858,720 N; 898,860 N; 1207,636 N; 922,274 N; 850,979 N dan 840,015 N. Pada uji karakteristik beban lentur hanya genteng beton dengan campuran 20% bottom ash dan 3% serat yang memenuhi SNI0096:2007 dengan beban lentur minimum 1200 N. Untuk uji penyerapan air dan ketahanan terhadap rembesan air, semua variasi benda uji memenuhi persyaratan SNI 0096:2007, dimana nilai penyerapan air maksimal genteng beton <10% dan tidak terdapat tetesan air pada uji rembesan air. Pemanfaatan limbah bottom ash dan serat serabut kelapa juga berpengaruh terhadap nilai ekonomis genteng beton, dimana genteng beton normal memiliki harga satuan yang lebih mahal dibandingkan dengan genteng beton dengan campuran bottom ash dan serat serabut kelapa.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/50180
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGenteng Betonen_US
dc.subjectBottom Ashen_US
dc.subjectSerat Serabut Kelapaen_US
dc.titlePengaruh Penambahan Serat Serabut Kelapa Terhadap Kuat Lentur dan Permeabilitas Genteng Beton Berbahan Limbah Bottom Ash Sebagai Pengganti Sebagian Semenen_US
dc.title.alternativeThe Effect of Adding Coconut Fibers on The Bending Strength and Permeability of Concrete Tiles Made from Bottom Ash Waste as a Partial Substitute For Cementen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
20511394.pdf
Size:
18.48 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: