<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Keselamatan Konstruksi Dengan Menggunakan Metode Constrution Safety Analysis (CSA) Pada Pekerjaan Stressing Komponen Girder (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo - Yogyakarta)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Proyek konstruksi merupakan rangkaian pekerjaan proyek pembangunan fisik untuk menghasilkan suatu bangunan fasilitas milik perorangan dan swasta seperti halnya perumahan, pertokoan, pabrik dan lain sebagainya juga bangunan yang berupa infrastruktur untuk publik seperti jalan, jembatan dan lain sebagainya. dalam bidang konstruksi perlu adanya penanganan terkait kecelakaan kerja didasarkan kasus yang terjadi pada pekerjaan Tol Pasuruan – Probolinggo pada tahun 2017. Maka diperlukannya pengawasan khusu terkait penerapan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 10/PRT/M/2021 tentang pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) bidang pekerjaan umum. Dengan penerapan SMKK yang baik dapat meminimalisir angkat kecelakaan kerja yang terjadi di lokasi proyek. SMKK terdapat Rencana Kerja Konstruksi (RKK) salah satunya memuat pengendalian Operasi Keselamatan konstruksi dengan menggunakan metode Construction Safety Analysis (CSA). Pada penelitian ini, di lakukan penyusunan CSA pada pekerjaan Girder pada proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta. Dalam penyusunan CSA di lakukan secara observasi di lapangan untuk mengidentifikasi urutan pekerjaan dan potensi bahaya yang terjadi di lokasi proyek berlangsung secara jelas. Pengendalian potensi bahaya yang telah dibuat mengacu pada hirarki pengendalian, peraturan pemerintah, Standar Nasional Indonesia (SNI) dan saran dari tenaga ahli. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu form CSA yang telah melalui tahap verifikasi oleh tenaga ahli K3 dan orang yang memahami keteknikan terkait stressing girder. Identifikasi potensi bahaya berdasarkan hasil verifikasi terdapat 187 potensi bahaya. Dari potensi bahaya yang terjadi perlu di lakukan Tindakan pengendalian potensi bahaya sesuai dengan hirarki pengendalian potensi bahaya di antaranya pengendalian secara substitusi, pengendalian secara rekayasa Teknik, pengendalian, admininitrasi dan mengenakan Alat Pelindung Diri. Pengendalian dengan metode eliminasi tidak dipergunakan karena tidak memungkinkan penerapannya di lapangan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By