Perancangan Coworking Space Pascapandemi Covid-19 Berbasis Arsitektur Bioklimatik Di Kawasan Urban Jakarta Pusat Dengan Penerapan Secondary Skin Dan Strategi Bukaan Selubung Bangunan Dalam Mencapai Standar Nilai Air Change Per Hours (Ach) Dan Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Alami
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
DOI
Abstract
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan dalam
budaya dan sistem bekerja. Selama pandemi, muncul inovasi baru pada pola
kerja sebagai bentuk adaptasi dan penyesuaian dalam pandemi. Seperti
karyawan yang tidak lagi harus bekerja dari kantor dan penerapan protokol
kesehatan baik dalam bentuk sarana maupun yang dapat merubah tata
ruang serta desain arsitektur bangunan. Namun dengan situasi pandemi
yang dinamis, sistem kerja hybrid mulai diterapkan dimana para karyawan
bekerja dari kantor maupun dari rumah dengan terjadwal. Pola kerja hybrid
diprediksi oleh para ahli akan menjadi sistem kerja di masa pascapandemi
karena beberapa keuntungan yang ada baik bagi perusahaan maupun
karyawan dibandingkan dengan pola kerja penuh dari kantor. Pola kerja
hybrid dianggap sebagai sistem kerja fleksibel sehingga langkah selanjutnya
adalah menciptakan ruang kerja fleksibel yang permanen. Dalam jangka
pendek hingga menengah, perusahaan akan membutuhkan ruang yang
lebih luas, namun dalam jangka panjang ketika peraturan dilonggarkan,
perusahaan menginginkan ruang yang lebih kecil. Melihat perkembangan
pandemi yang fluktuatif, beberapa ahli dan lembaga mengeluarkan prinsipprinsip
desain bangunan yang
berbasis pada
protokol
kesehatan
guna
menciptakan
lingkungan
kerja yang aman
dan
nyaman.
Dimana
fokus
utamanya
pada
konsep pencahayaan
dan
pengkondisian
udara
secara
alamiah
dan buatan
yang mana
keduanya
merupakan hal
krusial dalam
menjaga
kesehatan selama
pandemi.
Melihat hal-hal terkait pola kerja hybrid di atas maka dibutuhkan
ruang kerja yang fleksibel. Dalam hal ini coworking menjadi solusi yang
efisien. Kemudian untuk fokus inovasi desain pada konsep pencahayaan
dan pengkondisian udara dalam bangunan, dekat dengan konsep
arsitektur bioklimatik. Maka dibuatlah Perancangan Coworking Space
Pascapandemi Covid-19 Berbasis Arsitektur Bioklimatik di Kawasan
Urban Jakarta Pusat dengan Penerapan Secondary Skin dan Strategi
Bukaan Selubung Bangunan dalam Mencapai Standar Nilai Air Change per
Hours (ACH) dan Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Alami.