<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perancangan Coworking Space Pascapandemi Covid-19 Berbasis Arsitektur Bioklimatik Di Kawasan Urban Jakarta Pusat Dengan Penerapan Secondary Skin Dan Strategi Bukaan Selubung Bangunan Dalam Mencapai Standar Nilai Air Change Per Hours (Ach) Dan Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Alami

dc.Identifier.NIM16512107
dc.contributor.advisorDyah Hendrawati, S.T., M.Sc., GP.
dc.contributor.authorSTIFA HI’MAH SAFITRI
dc.date.accessioned2022-11-21T03:19:41Z
dc.date.available2022-11-21T03:19:41Z
dc.date.issued2022-08-05
dc.description.abstractPandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan dalam budaya dan sistem bekerja. Selama pandemi, muncul inovasi baru pada pola kerja sebagai bentuk adaptasi dan penyesuaian dalam pandemi. Seperti karyawan yang tidak lagi harus bekerja dari kantor dan penerapan protokol kesehatan baik dalam bentuk sarana maupun yang dapat merubah tata ruang serta desain arsitektur bangunan. Namun dengan situasi pandemi yang dinamis, sistem kerja hybrid mulai diterapkan dimana para karyawan bekerja dari kantor maupun dari rumah dengan terjadwal. Pola kerja hybrid diprediksi oleh para ahli akan menjadi sistem kerja di masa pascapandemi karena beberapa keuntungan yang ada baik bagi perusahaan maupun karyawan dibandingkan dengan pola kerja penuh dari kantor. Pola kerja hybrid dianggap sebagai sistem kerja fleksibel sehingga langkah selanjutnya adalah menciptakan ruang kerja fleksibel yang permanen. Dalam jangka pendek hingga menengah, perusahaan akan membutuhkan ruang yang lebih luas, namun dalam jangka panjang ketika peraturan dilonggarkan, perusahaan menginginkan ruang yang lebih kecil. Melihat perkembangan pandemi yang fluktuatif, beberapa ahli dan lembaga mengeluarkan prinsipprinsip desain bangunan yang berbasis pada protokol kesehatan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Dimana fokus utamanya pada konsep pencahayaan dan pengkondisian udara secara alamiah dan buatan yang mana keduanya merupakan hal krusial dalam menjaga kesehatan selama pandemi. Melihat hal-hal terkait pola kerja hybrid di atas maka dibutuhkan ruang kerja yang fleksibel. Dalam hal ini coworking menjadi solusi yang efisien. Kemudian untuk fokus inovasi desain pada konsep pencahayaan dan pengkondisian udara dalam bangunan, dekat dengan konsep arsitektur bioklimatik. Maka dibuatlah Perancangan Coworking Space Pascapandemi Covid-19 Berbasis Arsitektur Bioklimatik di Kawasan Urban Jakarta Pusat dengan Penerapan Secondary Skin dan Strategi Bukaan Selubung Bangunan dalam Mencapai Standar Nilai Air Change per Hours (ACH) dan Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Alami.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/40546
dc.publisherUNIVERSITAS ISLAM INDONESIAen_US
dc.subjectbioklimatiken_US
dc.subjectcovid-19en_US
dc.subjectcoworkingen_US
dc.subjectJakartaen_US
dc.subjectpascapandemien_US
dc.titlePerancangan Coworking Space Pascapandemi Covid-19 Berbasis Arsitektur Bioklimatik Di Kawasan Urban Jakarta Pusat Dengan Penerapan Secondary Skin Dan Strategi Bukaan Selubung Bangunan Dalam Mencapai Standar Nilai Air Change Per Hours (Ach) Dan Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Alamien_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
16512107.pdf
Size:
46.46 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections