<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Resepsi Komunitas Pemuda Penggerak Kota Tasik terhadap Diskriminasi Disabilitas dalam Drama Korea Extraordinary Attorney Woo

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Diskriminasi menjadi permasalahan penting karena menjadi penghalang dalam terwujudnya hak-hak dasar manusia. Salah satu diskriminasi yang terjadi adalah diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, penyandang disabilitas yang mendapatkan diskriminasi cenderung kesulitan dalam mendapatkan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Karena persamaan konsep diskriminasi disabilitas yang ditampilkan media, peneliti ingin mengetahui bagaimana resepsi penonton terhadap diskriminasi disabilitas dalam drama korea Extraordinary Attorney Woo dan bagaimana bentuk-bentuk diskriminasi dalam drama tersebut. Oleh sebab itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana resepsi komunitas Pemuda Penggerak Kota Tasik terhadap diskriminasi disabilitas dalam drama Korea Extraordinary Attorney Woo. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif deskriptif dan model analisis resepsi Stuart Hall dalam penerimaan khalayak. Analisis resepsi Stuart Hall menggunakan pemaknaan encoding dan decoding yang dibagi menjadi tiga posisi yaitu dominant position, negotiated position, dan oppositional position. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak tujuh orang dan pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap anggota komunitas Pemuda Penggerak Kota Tasik (Pager Asik). Hasil dari wawancara yang dilakukan kepada tujuh anggota Pager Asik menunjukkan bahwa ada dua kategori posisi dalam pemaknaan pesan yaitu negotiated position dan oppositional position. Dalam bentuk diskriminasi secara langsung melalui perkataan, seluruh informan tidak menyetujui tindakan diskriminasi yang terjadi. Lalu diskriminasi secara tidak langsung melalui tatapan/stereotip dan komentar media sosial, enam informan tidak menyetujui perilaku tersebut namun ada satu informan yang memiliki dua pandangan berbeda. Dalam faktor terjadinya diskriminasi, informan menunjukkan adanya beberapa faktor dalam drama Extraordinary Attorney Woo di antaranya adalah faktor terancam/minder, faktor persaingan, dan faktor stereotip.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By