<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Resepsi Komunitas Pemuda Penggerak Kota Tasik terhadap Diskriminasi Disabilitas dalam Drama Korea Extraordinary Attorney Woo

dc.Identifier.NIM20321306
dc.contributor.authorNurfitriyani, Silva Salwa
dc.date.accessioned2024-10-21T03:09:43Z
dc.date.available2024-10-21T03:09:43Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractDiskriminasi menjadi permasalahan penting karena menjadi penghalang dalam terwujudnya hak-hak dasar manusia. Salah satu diskriminasi yang terjadi adalah diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, penyandang disabilitas yang mendapatkan diskriminasi cenderung kesulitan dalam mendapatkan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Karena persamaan konsep diskriminasi disabilitas yang ditampilkan media, peneliti ingin mengetahui bagaimana resepsi penonton terhadap diskriminasi disabilitas dalam drama korea Extraordinary Attorney Woo dan bagaimana bentuk-bentuk diskriminasi dalam drama tersebut. Oleh sebab itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana resepsi komunitas Pemuda Penggerak Kota Tasik terhadap diskriminasi disabilitas dalam drama Korea Extraordinary Attorney Woo. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif deskriptif dan model analisis resepsi Stuart Hall dalam penerimaan khalayak. Analisis resepsi Stuart Hall menggunakan pemaknaan encoding dan decoding yang dibagi menjadi tiga posisi yaitu dominant position, negotiated position, dan oppositional position. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak tujuh orang dan pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap anggota komunitas Pemuda Penggerak Kota Tasik (Pager Asik). Hasil dari wawancara yang dilakukan kepada tujuh anggota Pager Asik menunjukkan bahwa ada dua kategori posisi dalam pemaknaan pesan yaitu negotiated position dan oppositional position. Dalam bentuk diskriminasi secara langsung melalui perkataan, seluruh informan tidak menyetujui tindakan diskriminasi yang terjadi. Lalu diskriminasi secara tidak langsung melalui tatapan/stereotip dan komentar media sosial, enam informan tidak menyetujui perilaku tersebut namun ada satu informan yang memiliki dua pandangan berbeda. Dalam faktor terjadinya diskriminasi, informan menunjukkan adanya beberapa faktor dalam drama Extraordinary Attorney Woo di antaranya adalah faktor terancam/minder, faktor persaingan, dan faktor stereotip.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/52709
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiskriminasi Disabilitasen_US
dc.subjectAnalisis Resepsien_US
dc.subjectDrama Korea Extraordinary Attorney Wooen_US
dc.subjectKomunitas Pager Asiken_US
dc.titleAnalisis Resepsi Komunitas Pemuda Penggerak Kota Tasik terhadap Diskriminasi Disabilitas dalam Drama Korea Extraordinary Attorney Wooen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
20321306.pdf
Size:
2.7 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections