Implementasi BIM Pada Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pekerjaan Pemancangan Fondasi Tiang Pancang dengan menggunakan Metode Event Tree Analysis (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Apartemen Arjuna Yogyakarta)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Pekerjaan pondasi merupakan pekerjaan struktur pertama yang dilakukan pada suatu
bangunan dan terdapat berbagai macam metode dalam pelaksanaanya. Dalam pelaksanaan
konstruksi bangunan, selalu terdapat potensi terjadinya kecelakaan kerja mengingat sektor
konstruksi memiliki jumlah kecelakaan kerja paling tinggi dibandingkan dengan industri lainnya.
Building Information Modeling (BIM) merupakan suatu konsep yang dapat mempermudah dalam
perencanaan dan pelaksanaan konstruksi bangunan sehingga dalam penerapannya dapat
mempermudah dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Event Tree Analysis (ETA)
merupakan suatu metode analisis yang merepresentasikan alur kejadian berdasarkan kejadian risiko
awal.
Analisis potensi terjadinya kecelakaan kerja pada penelitian ini didasarkan pada pemodelan
visualisasi yang dibuat berdasarkan kondisi di lapangan Proyek Pembangunan Gedung Arjuna pada
pekerjaan fondasi tiang pancang. Pemodelan dibuat berdasarkan jumlah pekerja, alat kerja, dan alur
pekerjaan yang ada pada pekerjaan pemancangan fondasi tiang pancang yang dimodelkan
menggunakan software Revit dan lumion agar mendapatkan visualisasi yang baik. Pemodelan yang
sudah dibuat berupa video alur pekerjaan yang dianalisis menggunakan metode Event Tree Analysis
(ETA) agar diketahui nilai probabilitas dari terjadinya potensi kecelakaan kerja pada masing-masing
kegiatan di pekerjaan tersebut. Nilai dari masing-masing probabilitas pada metode Event Tree
Analysis (ETA) didapatkan dari hasil wawancara dengan narasumber di lapangan dan dengan tenaga
ahli terkait.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah berupa video alur pekerjaan pemancangan
fondasi tiang pancang yang dirinci dari setiap kegiatan pada pekerjaan tersebut, potensi terjadinya
kecelakaan kerja dari masing-masing kegiatan pekerjaan pemancangan, dan upaya pencegahan
terjadinya kecelakaan kerja pada pekerjaan tersebut berdasarkan visualisasi video yang sudah dibuat
pada masing-masing kegiatan di pekerjaan pemancangan tersebut. Berdasarkan visualisasi video
yang sudah dibuat, didapatkan 5 mode kejadian risiko rendah, 12 mode kejadian risiko sedang, dan
4 mode kejadian risiko tinggi.