<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Efisiensi dan Efektivitas dalam Pengelolaan Pajak Daerah di Kabupaten Gunungkidul 1990-2004

dc.contributor.authorArdian Damar Sasono, 02313049
dc.date.accessioned2020-07-28T09:06:07Z
dc.date.available2020-07-28T09:06:07Z
dc.date.issued2006
dc.description.abstractSkripsi ini berjudul tentang Efisiensi dan Efektifitas dalam pengelolaan pajak daerah di Kabupaten Gunungkidul tahun 1990-2004. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) mengukur sejauh mana tingkat efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan pajak daerah di Kabupaten Gunungkidul, (ii) menganalisis bagaimana pengaruh PDRB, jumlah wisatawan serta jumlah penduduk terhadap penerimaan pajak daerah di Kabupaten Gunungkidul. serta (iii) mengetahui perkembangan dari tahun ke tahun penerimaan dari sektor pajak daerah di Kabupaten Gunungkidul. Data yang digunakan dalam skripsi ini adalah data sekunder berupa data time series selama periode 1990-2004. Data berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul, Badan Pusat Statistik Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji efisiensi dan efektifitas, analisis regresi, serta uji trend. Berdasarkan hasil uji efisiensi diperoleh hasil rata-rata 4,36% serta uji efektivitas diperoleh hasil rata-rata 116,61% menunjukkan bahwa pengelolaan pajak daerah sudah sangat efisien dan efektif. Dengan menggunakan pendekatan Ordinary Least Square (OLS), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen yaitu PDRB, jumlah wisatawan serta jumlah penduduk secara bersama-sama berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah Kabupaten Gunungkidul. Pada tingkat a 5%, diperoleh koefisien regresi variabel independen PDRB sebesar 0,79, artinya jika PDRB naik sebesar satu satuan maka penerimaan pajak daerah akan mengalami kenaikan sebesar 0,79 dengan asumsi variabel lain tetap {ceteris paribus). Koefisien regresi variabel independen jumlah penduduk sebesar 25,73, artinya jika jumlah penduduk naik sebesar satu satuan maka penerimaan pajak daerah akan mengalami kenaikan sebesar 0,79 dengan asumsi variabel lain tetap (ceterisparibus). Dengan menggunakan uji trend diperoleh hasil bahwa penerimaan pajak daerah di tahun-tahun mendatang akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari hasil penelitian ini juga mengimplikasikan bahwa di era otonomi daerah seperti sekarang ini setiap daerah dituntut untuk dapat Iebih mengoptimalkan segala potensi yang ada di wilayahnya dalam rangka terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemeratan, keadilan, kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintah daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antar susunan pemerintahan dan antar pemerintah daerah, potensi dan keanekaragaman daerah, peluang dan tantangan global.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/23030
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEfisiensi dan Efektivitasen_US
dc.subjectPengelolaan Pajak Daerahen_US
dc.subjectKabupaten Gunungkidul 1990-2004en_US
dc.titleEfisiensi dan Efektivitas dalam Pengelolaan Pajak Daerah di Kabupaten Gunungkidul 1990-2004en_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
02313049 Ardian Damar Sasono.pdf
Size:
8.06 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
02313049 Ardian Damar Sasono2.pdf
Size:
302.82 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections