Pengaruh Penggunaan Cangkang Kelapa Sawit dan Silica Fume Sebagai Bahan Substitusi Pada Campuran Bata Ringan Cellular Light-weight Concrete (CLC)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Salah satu bagian penting dalam konstruksi gedung adalah dinding. Bata ringan
merupakan inovasi pengembangan beton ringan atau lighweight concrete. Berat jenis bata ringan
yang berkisar 500-1600 kg/m3
sehingga memberikan keuntungan dalam mengurangi beban
struktur bangunan. Penggunaan bata ringan dianggap lebih efisien serta memberikan dampak yang
baik terhadap lingkungan. Sebagai solusi penggunaan material dari alam secara berlebih yang
dapat menyebabkan terbatasnya material dari alam, maka pemanfaatan limbah untuk kebutuhan
bahan konstruksi menjadi solusi alternatif untuk mencegah kerusakan lingkungan. Pada penelitian
ini dilakukan studi eksperimental terhadap bata ringan berjenis Cellular Lighweight Concrete
dengan mengganti sebagian agregat halus pasir dengan limbah cangkang kelapa sawit hasil
pengolahan pabrik untuk mengetahui pengaruh terhadap sifat mekanis dan fisis pada bata ringan.
Serta untuk meningkatkan kekuatan antar ikatan pada campuran bata ringan ditambahkan silica
fume yang sudah banyak dikaji dapat meningkatkan kekuatan ikatan pada campuran beton.
Bata ringan akan dibuat dengan komposisi penggunaan campuran cangkang kelapa sawit
sebesar 4%, 6%, 8%, 10% dari berat agregat halus. Penggunaan silica fume sebanyak 10% dari
berat semen yang digunakan pada setiap campuran dengan cangkang kelapa sawit. Bobot isi
kering rencana sebesar 700 kg/m3
. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian bobot isi,
penyerapan air, serta pengujian kuat tekan yang berpedoman pada SNI 8640-2018.
Didapatkan bahwa seiring dengan penambahan kadar cangkang kelapa sawit dan silica
fume sebesar 10%, kuat tekan dan bobot isi akan terus menurun, tetapi kadar penyerapan air pada
bata ringan akan terus naik. Hal ini bisa diakibatkan dari sifat dasar cangkang kelapa sawit yang
berbeda dengan pasir sehingga memperngaruhi sifat fisik dan mekanis dari bata ringan.